Wacana Tol Madura Berhembus Kembali di Tengah Isu Reaktivasi Rel KA Madura

News, Headline175 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Setelah wacana reaktivasi rel kereta api Madura kembali mencuat, wacana pembangunan tol Madura juga kembali muncul. Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep Syaifur Rachman adalah salah satu yang berpandangan bahwa tol Madura harus juga dibangun. 

Syaifur Rachman menyampaikan, meski sudah ada usulan reaktivasi rel kereta api, permohonan pembangunan jalan tol itu tetap dipertahankan. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Awalnya, wacana reaktivasi rel kereta api Madura itu mulai didengungkan pada 2017 lalu. Namun kembali meredup dalam beberapa tahun. Akhir tahun 2022 lalu, wacana tersebut kembali mencuat setelah Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyatakan bahwa saat ini sedang kembali memperjuangkan reaktivasi rel kereta api Madura.

“Tidak, kami tidak mencabut permohonan jalan tol itu, biarlah pemerintah pusat yang menentukan nanti, karena bagi kami jalan tol juga penting,” ujar Syaifur Rachman, Rabu (26/4/2023). 

Baca Juga:  Pengamat Politik Sumenep Menyebut Anies Diuntungkan Muhaimin

Sedangkan wacana pembangunan jalan tol di Madura dimunculkan pada 2020 lalu, Sebanyak 35 tokoh Madura menyimpulkan bahwa Madura butuh jalan tol. Kesimpulan itu diungkap setelah melakukan kajian mengenai urgennya pembangunan jalan di Madura. 

Tokoh tersebut terdiri dari rektor, kiai, dan para tokoh masyarakat Madura. Mereka membuat nota kesepakatan dan menandatanganinya. Bahkan, wacana pembangunan jalan tol di Madura itu telah diusulkan ke Presiden Joko Widodo. 

Yang menjadi alasan para tokoh itu sepakat untuk mengajukan pembangunan jalan tol Madura ke presiden, terkait pentingnya sarana jalan tol untuk Sumenep sampai Bangkalan, begitu sebaliknya. Selain itu, untuk peningkatan pendidikan juga untuk perekonomian masyarakat. 

Menurut Syaifur, sebagai akademisi, dirasa sangat perlu pihaknya terlibat untuk menyuarakan permohonan pembuatan jalan tol tersebut. Terlebih, imbuhnya, melihat indeks pembangunan manusia (IPM) dan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan Madura masih terburuk se-Jawa Timur.

Baca Juga:  DLH Pamekasan Dianggap Tidak Berkutik Atasi Masalah Pencemaran

Sehingga dengan fasilitas infrastruktur berupa jalan tol tersebut, dinilai bisa mendongkrak kemajuan dari berbagai sektor. Namun usulan yang disampaikan secara tertulis ke Presiden Joko Widodo sejak tahun 2020 lalu itu belum mendapat respon. 

“Ya tentu kami sama-sama berharap jalan tol harus ada di Madura, karena sama-sama urgen,” imbuhnya. 

Wacana tersebut juga mendapat tanggapan dari Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. Menurutnya, reaktivasi rel kereta api di Madura lebih penting dibanding pembangunan tol, karena sebagai upaya untuk transformasi masyarakat Madura. 

“Kalau tol untuk siapa? Kalau rel kereta api kan jelas untuk masyarakat umum,” paparnya. 

Pewarta: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *