Wahid Foundation dan Pemdes Guluk-Guluk Komitmen Serukan Aksi Damai Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERKOMITMEN: Wahid Foundation bersama pemerintahan desa (Pemdes) Guluk-Guluk berkomitmen menyusun rencana aksi damai.

KABARMADURA.ID, Sumenep – Wahid foundation dan pemerintahan desa (Pemdes) Guluk-Guluk menyusun rencana aksi damai. Perbincangan mengenai rencana aksi tersebut dibahas matang, di Balai Desa Guluk-Guluk, pada Senin (16/11/2020), kemarin.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep,  Wahyu Kurniawan Pribadi mendukung kegiatan rencana aksi damai tersebut.  Sebab, sebagai amanat kebijakan untuk mengimplementasikan pengurus utama gender dalam segala aspek pembangunan.

Bacaan Lainnya

Baik dari  perencanaan, pelaksanaan, monitoring evaluasi hingga aspek manfaat. Menurutnya, saat ini pemkab memiliki sejumlah kebijakan dan program, untuk mendorong sinergitas bersama dalam rangka mewujudkan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Utamanya yang masuk dalam urusan pelayanan dasar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Kami berharap aksi desa damai ini, kedepan bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan perdamaian di kalangan masyarakat. Sehingga, permasalah antar masyarakat bisa diselesaikan dengan kearifan lokal secara adil dan transparan,” ujarnya, Selasa (17/11/2020).

Sementara itu, pelaksana Kampanye dan Advokasi Wahid Foundation, Siti Kholisoh berharap, kegiatan pelaksanaan rencana aksi desa bisa dijadikan rujukan oleh pemerintahan desa. Bahkan, pemkab bisa memasukkan program desa, maupun kelurahan damai dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan perempuan untuk promosi perdamaian dan keadilan gender di desa dan daerah.

Menurutnya, desa/kelurahan damai juga diharapkan masuk program pemberdayaan perempuan dan promosi perdamaian, terutama di dalam rencana kerja pemerintah (RKP) desa dan rencana pembangunan jangka menengah dan panjang desa (RPJMDes). Selain itu, bisa memberikan dampak yang lebih luas, maka kedepan Wahid Foundation dan pemerintah desa/kelurahan.

“Program ini dapat dimasukkan dalam RPJMD Sumenep. Setelah kegiatan FGD ini, para peserta yang hadir bisa menyusun rencana aksi desa/kelurahan damai tahap II. Utamanya dalam membangun mekanisme yang responsif gender berbasis komunitas,” paparnya

Dikatakan, sejak 2017, Pemerintahan Desa/Kecamatan Guluk –Guluk,berkomitmen untuk menjadikan menjadikan desa damai. Program itu, merupakan kerjasama Wahid Foundation dan UN Women, sebagai upaya untuk mendorong penguatan peran perempuan, dalam ruang publik terlibat pengambilan keputusan untuk promosi perdamaian dan keadilan gender.

“Tahun 2020 ini, bersama dengan Wahid Foundation, pemerintah Desa Guluk-Guluk menyelenggarakan FGD tingkat Desa/Kelurahan. Kegiatan ini melibatkan 35 orang peserta, terdiri dari perwakilan aparatur pemerintah desa, kelompok kerja (pokja) desa damai, perwakilan kelompok perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda,”  tukasnya. (imd/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *