oleh

Wajah Baru Wakil Rakyat dari Madura

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Berdasarkan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara dari setiap kecamatan di tingkat kabupaten (form DB1) di empat kabupaten, 8 calon anggota legislatif (caleg) yang maju sebagai perwakilan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim XI (Madura), kini nama-nama yang akan menghiasi Senayan mulai muncul.

Antara lain Ra Imron Amin dari Partai Gerindra, Syaifiuddin dari PKB, Moch Farid Al Fauzi dari Partai NasDem, Hasani bin Zuber dari Partai Demokrat, Ach Baidowi dari PPP, Slamet Ariyadi dari PAN, Said Abdullah dari PDIP dan Zainudin Amali dari Partai Golkar. Dari 8 nama itu, empat di antaranya adalah pendatang baru.

Namun, Moch Farid Al Fauzi dari Partai NasDem, sebelumnya sudah menjadi wakil rakyat asal Dapil Madura dari Partai Hanura yang kemudian mengundurkan diri di tengah perjalanan.

“Muculnya caleg-caleg baru dan berhasil masuk DPR RI dapil 11 Madura sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat relasi kuasa caleg-caleg itu kuat terkoneksi dengan patron utama Madura,” ungkap pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim.

Menutnya Surokim, caleg-caleg baru yang berhasil meraup suara terbanyak dan mampu menggeser wajah lama dari dapil Madura. Mereka (caleg, red) sudah punya modal utama yakni modal sosial dan kultural yang relatif mapan di Madura.

Adanya caleg muda yang bisa meraih suara signifikan di Madura, menurut dosen ilmu komnikasi politik ini, adalah sesuatu yang hebat. Sebab menurut Rokim, mereka mampu mengkombinasikan pertarungan udara dan darat yang efektif.

“Kejutan menurut saya, di PAN ada Slamet Ariyadi, dia petarung electoral yang cerdas. Mereka itu petarung-petarung electoral sejati yang tidak hanya mengandalkan patron tokoh, tetapi bisa bergerak dari bawah memorakporandakan suara struktural jagoan partai,” paparnya.

Soal caleg petahana yang tergeser,  Surokim mengatakan, mereka sebenarnya sudah paham peta elektoral Madura. Tetapi faktor proximity, kedekatan kekerabatan bagi politik Madura out juga sebagai penentu. Menurutnya, calon-calon yang jadi itu sebagian besar terkoneksi dengan keluarga kiai dan pesantren.

“Usia beliau (Zainunddin Amali, red) bisa jadi turut menjadi faktor pelengkap tetapi bukan yang utama signifikan. Lebih karena daya tahan pertarungan electoral darat udara yang butuh energi dan amunisi kuat saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengatakan bahwa pihak KPU belum menentukan siapa caleg terpilih. Rekapitulasi yang telah selesai jumat kemarin merupakan perolehan hasil suara, bukan penentuan caleg terpilih.

“Rekap kemarin itu cuma pembacaan perolehan suara setiap dapil. Untuk menentukan siapa caleg yang terpilih kita masih menunggu dari pusat,” tukasnya.  (ina/waw)

Komentar

News Feed