Wakil Bupati Pamekasan Diberhentikan secara Terhormat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) DIMULAI: DPRD Pamekasanmenargetkan Agustus 2021 sudah menuntaskan pergantian wabup Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan resmi memberhentikan secara hormat Raja’e dari jabatan wakil bupati (wabup) Pamekasan. Pemberhentian itu dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Pamekasan, Senin (15/2/2020).

Kendati demikian, kekosongan kursi wabup Pamekasan akan berlangsung hingga 6 bulan kedepan. Sebab, target pengisian penggantinya diperkirakan masih Agustus 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, dalam mempersiapkan penggantinya,akandimulai sejak Februari ini. Akan ada beberapa mekanisme yang akan dilalui.Sedangkan pada Agustus mendatang, ditargetkanpelatikan penggantinya.

“Dalam minggu ini kami akan membentuk kepanitiaan, kemudian akan membuat tata tertib, di dalam pencalonan sampai pemilihan, kemudian di sekitar bulan April nanti akan membahas kembali siapa calon yang akan dimunculkan,”paparnya, Senin (15/2/2021).

Ditegaskan, batas kewenangannya berada pada penyiapan berbagai tahapan tersebut. Selain itu, memilih dua usulan nama yang telah disepakati oleh partai pengusung dengan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

“Kami disini hanya pantau dan menunggu duanama, karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014,”ulasnya saat diwawancarai usai rapat paripurna di ruang sidang DPRD Pamekasan.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, untuk menghormati sosok Raja’e, pengusulan dua nama calon penggantinya, akan diberikan dituntaskan setelah 100 hari meninggalnya almarhum.

Pilihannya itu, lantaran dia sangat merasa kehilangan sosok Raja’e yang mempunyai itikad yang sama untuk mengabdikan diri bagi Pamekasan, guna menjadikan kabupaten biasa menjadi berdaya saing dengan kabupaten maju lainnya di Indonesia.

“Seteah paripurna hari ini tidak ada pembahasan pergantian, yang ada nanti setelah 100 hari, duka masih terasa, kami sama dalam konteks ini, sehingga kami akan membuka pembahasan berikutnya setelah 100 hari peringatan wafatnya almarhum,” tegas Baddrut. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *