oleh

Wakil Ketua DPRD Pamekasan: Bea Cukai Jangan Main Sita Rokok Ilegal

Kabarmadura.id/Pamekasan– Bea Cukai Madura terus berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal di pulau garam. Hal itu dibuktikan, setelah beberapa kali pihak bea cukai menyita jutaan batang rokok ilegal di wilayah setempat. Sayang, hal itu malah menimbulkan pertentangan dari sejumlah elemen.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Harun Suyitno menyampaikan, pihak bea cukai tidak hanya pintar melakukan penyitaan terhadap rokok-rokok ilegal yang ada di wilayah setempat.

Sebab menurutnya, masih merebaknya peredaran rokok ilegal, lantaran pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan kurang maksimal. Harusnya lanjut Harun, bea cukai lebih inten melakukan sosialisasi tentang rokok illegal.

Sebab jika bea cukai hanya main sita tanpa pembinaan dan pendampingan kepada perusahaan rokok, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat, khususnya masyarakat yang mencari penghidupan di perusahaan rokok lokal di Pamekasan.

“Ini terkait usaha rakyat, ini terkait kesejahteraan rakyat, ini terkait pengembangan perkonimian rakyat, saya meminta kepada bea cukai juga jangan asal main sita,” paparnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, dirinya siap untuk ikut serta menjadi bagian untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha rokok, dalam memberikan arahan tentang pentingnya mengurus perizinan.

“Harapan saya bagi masyarakat yang mempunyai usaha rokok mari urus perizinannya, kita siap membantu,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura Rahmanta menyampaikan, hingga kini ada tiga rokok ilegal yang telah berhasil diinvestigasi, salah satunya berasal dari Kabupaten Pamekasan.

Dirinya mengungkapkan, pihak bea cukai tidak segan-segan untuk memberikan punishment terhadap pemilik tiga merek rokok ilegal itu. Sebagai menurutnya, apapun alasan yang diberikan, peredaran rokok secara ilegal melanggar aturan dan undang-undang.

“Tiga yang dilakukan penindakan, namun untuk mereknya kami masih belum bisa sampaikan, yang jelas itu di Pamekasan,” paparnya.

Diungkapkannya, pada awal tahun 2020 ini, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap tiga merk rokok ilegal. Sayang, pihaknya enggan memberikan bocoran terkait jumlah dan tempat penyitaan rokok ilegal tersebut.

Dirinya menegaskan, akan terus melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut terhadap kantong-kantong daerah perusahaan rokok lokal di Madura, demi menekan peredaran rokok ilegal.

“Untuk sanksi yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana, ada pidana kurungan dan denda,” tandasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed