Wakil Ketua DPRD Pamekasan Mantan Guru Sukwan Ini Apresiasi Program Insentif Guru Honorer

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan karena telah memperhatikan guru honorer di Pamekasan.

Menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Cabang Pamekasan itu, program insentif bulanan kepada guru honorer di Pamekasan sebesar Rp600 ribu setiap bulan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap guru honorer yang tidak memiliki tunjangan seperti pegawai negeri sipil (PNS).

Bacaan Lainnya

Pria yang karib dipanggil Kak Syafi’ itu tahu betul bagaimana nasib guru honorer. Pasalnya, alumus Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan itu telah puas merasakan pedihnya menjadi guru honorer selama 14 tahun. Tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tagengser Laok I Kecamatan Waru.

“Sebagai mantan guru honorer, saya berterima kasih kepada pemerintah. Saya juga sukwan selama 14 tahun. Dari tahun 2004 sampai 2018,” ungkap Kak Syafi’.

Karena itulah, polisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sejak menjabat Wakil Ketua DPRD Pamekasan sangat vokal menyuarakan program peningkatan kesejahteraan guru honorer selama di parlemen. Kak Syafi’ bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkab Pamekasan karena telah mewujudkan aspirasinya.

“Sejak pertama ada di parlemen, saya kawal ini terus. Akhirnya terealisasi juga,” pungkas Kak Syafi’.

Diketahui, Disdikbud Pamekasan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk insentif bulanan kepada guru honorer di tingkat SDN dan kepada penjaga sekolah dari tingkat SDN hingga sekolah menengah pertama negeri (SMP). Insentif tersebut akan diberikan setiap bulan sebesar Rp600 ribu.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini merinci, guru kelas sebanyak 416 orang, guru tidak tetap (GTT) pendidikan agama Islam (PAI) sebanyak 238 orang, GTT pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) sebanyak 63 orang dan honorer penjaga sekolah sebanyak 227 orang. Insentif tersebut telah diberikan sejak Januari lalu.

“Insentif itu bisa meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan visi misi Bupati Pamekasan. Kami berkomitmen memajukan pendidikan untuk investasi sumber daya manusia masa depan Pamekasan,” ucap alumnus Universitas Madura (Unira) itu. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *