Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang, Sesalkan Pemangkasan Subsidi Pupuk

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) KEBERATAN: AnggDprd Merasa Keberatan Jika Solusi Dari Pemangkasan Pupuk Subsidi Ini Dengan Pupuk Non Subsidi, Karena Harganya Relative Lebih Mahal

Kabarmadura.id/Sampang-Petani di Kabupaten Sampang, sempat mengeluhkan pemangkasan kuota pupuk subsidi sebesar 50 persen pada musim tanam 2020. Padahal, keberadaan pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan oleh para petani.

Menyikapi keluhan masyarakat itu, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sampang Alan Kaisan menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan langkah yang diambil pemerintah dengan memangkas subsidi pada pupuk.

Menurutnya, jika pemangkasan dilakukan karena ada kelebih kuota subsidi pada tahun sebelumnya, serta mengukur kebutuhan subsidi berdasarkan luasan lahan pertanian, hal itu tidak akan menjadi persoalan pada para petani.

“Kalau memang karena kelebihan pupuk tidak masalah, tapi kalau tidak sesuai dengan kebutuhan lahan petani sangat disayangkan,” tuturnya, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, pamangkasan subsidi pupuk hanya akan mematikan para petani. Sebab, pemangkasan subsidi pupuk secara otomatis akan mengurangi produksi. Selain itu, masa panen akan lebih lambat, karena mayoritas petani masih mengandalkan pupuk kimia.

Lanjut Alan, jika pemangkasan pupuk lantaran dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau karena faktor penentuan subsidi yang dinilai tidak akurat, pemerintah harus memberikan solusi.

“Solusinya bukan pupuk non subsidi dengan jumlah yang lebih besar, itu malah semakin membebani para petani,” tukasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Suyono menyampaikan, pemangkasan pupuk bersubsidi itu tidak hanya terjadi di Kota Bahari, akan tetapi seluruh wilayah mengalami pemangkasan serupa.

“Pemangkasan itu bukan hanya di Sampang, semua kabupaten di Jawa Timur mengalami pemangkasan, jumlah pemangkasan mulai empat puluh persen hingga lima puluh persen,” tuturnya.

Dengan adanya pemangkasan itu, Suyono meminta agar petani bisa memahami kondisi tersebut. Pihaknya berjanji, akan tetap berupaya agar pemangkasan pupuk tidak berdampak signifikan pada petani di wilayah setempat.

“Jika nanti ada kekurangan pupuk, pemerintah akan menyiapkan pupuk non subsidi, meski kami akui harganya memang relatif lebih mahal,” imbuhnya

Berdasarkan data yang diperoleh, pemangkasan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sampang pada awal tahun 2020 mencapai sekitar 40 persen lebih. Hal itu terjadi pada semua jenis pupuk, mulai dari Pupuk Urea, SP-36, ZA dan lain-lain.

“Pemangkasan ini terjadi pada semua pupuk dan semua daerah, bukan hanya di Kabupaten Sampang,” tutupnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *