oleh

Wakil Rakyat Sering Absen Paripurna, BK Layangkan Surat Peringatan

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Tidak sedikit anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang tidak menghadiri sidang paripurna. Bahkan, dari belasan rapat disinyalir hanya hadir dua kali.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, sejumlah wakil rakyat mendapatkan peringatan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Sampang. Terutama, anggota desa dengan tingkat kehadiran yang sangat rendah di paripurna. Kondisi itu, menjadi atensi teguran secara lisan dan administratif.

“Banyak anggota dewan yang mendapatkan teguran. Karena memang banyak yang jarang hadir paripurna. Sehingga, mendapatkan teguran langsung dari BK,” ungkap salah satu anggota DPRD namanya enggan dikorankan, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, beberapa anggota dewan disinyalir hanya menghadiri paripurna tidak lebih dari tiga kali. Bahkan, dari salah satu komisi ada anggota dewan yang hanya hadir dua kali dari sebelas kali sidang. Sehingga perlu dilakukan teguran khusus.

Hanya saja, pihaknya enggan menyebut identitas anggota DPRD satu persatu. . Khususnya sejumlah wakil rakyat yang selalu absen di paripurna. Namun, peringatan sempat disampaikan di paripurna yang digelar di awal pekan ini.

“Silahkan dicek ke Ketua BK. Siapa saja yang tercatat sering tidak hadir paripurna. Adanya teguran semoga ada perbaikan dari semua wakil rakyat. Bahwa, keikutsertaan di paripurna merupakan komitmen sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, apabila ada anggota DPRD berturut-turut tidak hadir paripurna selama enam hari harus ada sanksi. Sehingga, perlu adaanya peringatan keras dari BK. Sebab kehadiran wakil rakyat sifatnya penting.

Sementara itu, Ketua BK DPRD Sampang, Abdussalam mengaku sudah melayangkan sejumlah surat teguran kepada wakil rakyat. Terutama, mereka yang diketahui tingkat kehadirannya rendah.

“Kami sudah melayangkan surat kepada masing-masing anggota. Mereka diminta selalu aktif saat paripurna,” responnya.

Namun, pihaknya juga enggan  menyebut sejumlah anggota dewan yang nakal. Menurutnya, terpenting surat teguran sudah tersampaikan. Kecuali, jika alasan tertentu yang menghalangi tingkat kehadiran.

“Memang ada salah satu anggota dewan perempuan. Tapi dia izin karena hamil. Sehingga ketidakhadirannya karena ada penyebab yang bisa ditolerir,” tukasnya.  (man/ito)

 

Komentar

News Feed