Waktu Mepet, Pemkab Pamekasan Masih Usulkan Perubahan Propemperda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) MEPET: Pemkab Pamekasan masih mengusulkan perubahan propemperda 2021 saat propemperda 2021 sudah dibahas dan akan ditetapkan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan sampai saat ini belum merampungkan tugasnya sebagai legislator. Pasalnya, hingga menjelang tutup anggaran, DPRD Pamekasan belum membentuk panitia khusus (pansus) pembahas rancangan peraturan daerah (raperda).

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah menjelaskan, belum dibentuknya pansus pembahas raperda mengancam tidak terbahasnya beberapa usulan raperda dari eksekutif.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, setelah perubahan program pembentukan peraturan daerah (propemperda) tahun 2021 diusulkan ke Biro Hukum Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan masih mengusulkan perubahan propemperda lagi di tahun 2021. Sementara usulan perubahan propemperda sebelumnya ditetapkan.

“Usulan perubahan propemperda yang kemarin saja belum diterima, seperti raperda SOTK. Kalau raperda RTRW tinggal dibahas, tapi pansusnya belum ada,” terang Wardah.

Wardah mengungkapkan, dua raperda baru diusulkan untuk dibahas di tahun anggaran 2021. Wardah tidak menjelaskan dua raperda yang diusulkan tersebut. Namun, pihaknya pesimis bisa diselesaikan tahun ini. Sebab, propemperda tahun 2021 beserta perubahannya masih menyisakan 4 raperda belum terbahas sama sekali.

Anggota Fraksi Partai Nasdem itu meminta agar DPRD segera membentuk pansus pembahas raperda. Sebab, jika tidak diselesaikan tahun ini, propemperda tahun 2021 terpaksa harus diusulkan kembali pada propemperda tahun 2022. Sejauh ini, yang terbahas hanya raperda rutin.

Pada propemperda tahun 2021, atau sebelum ada perubahan, ada 10 raperda terdiri dari raperda usulan dan raperda rutin yang terkumpul di Bapemperda DPRD Pamekasan.

Dari 10 raperda itu, dua raperda belum dibahas, yaitu; Raperda Penyelenggaraan Kearsipan dan raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pamekasan tahun 2020-2040.

“Propemperda perubahan juga ada dua yang belum dibahas. Kalau masih ada usulan lagi, khawatir tidak selesai,” ucapnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *