Wali Murid Curigai Sekolah Gelapkan Tabungan Siswa

  • Whatsapp
TERANCAM LENYAP: Sebagian wali mulid SDN Nepa 2 Banyuates Sampang mempertanyakan tabungan siswa yang tak kunjung dicairkan, kuat dugaan dana simpanan itu digelapkan.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Lantaran uang tabungan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nepa 2 tidak kunjung cair, sebagian wali mulid mulai risau. Mereka mepertanyakan kejelasan dana tabungan yang sudah tersimpan lebih dari setahun itu.

Kerisauan mereka cukup berdasar, sebab ada dugaan kuat bahwa dana tabungan siswa itu digelapkan oleh oknum pihak sekolah yang berlokasi di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang ini.

Salah satu wali mulid siswa SDN Nepa 2 yang mempertanyakan terkait kejelasan pencairan tabungan itu, adalah H. Hasan. Menurutnya, pencairan tabungan siswa tidak jelas, pihaknya menduga, dana tabungan tersebut digelapkan oleh oknum sekolah. Sebab, belum bisa dicairkan sampai anaknya atas nama Saidatut Daroini lulus.

Bahkan, hingga hari ini, Rabu (17/7), pencairan tabungan siswa SDN Nepa 2 itu buram dan tidak ada kesepakatan dari pihak sekolah terkait waktu pencairannya.

Hasan mengaku, anaknya memiliki jumlah tabungan sekitar Rp10 juta. Seluruhnya belum dicairkan oleh pihak sekolah kepada siswa ataupun kepada wali muridnya. Mirisnya, buku tabungan yang dipegang siswa, sudah di ambil oleh pihak sekolah, tapi dana tabungan belum cair.

“Sampai anak saya (Saidatut Daroini red) sudah lulus, tetapi tabungannya tidak dicairkan, padahal bukunya sudah diambil oleh pihak sekolah, parahnya saat ditagih hanya memberikan janji-janji palsu saja,” ucap Hasan kepada awak media, Rabu (17/7).

Hal senada juga disampaikan Naimah, salah seorang wali murid SDN Nepa 2 Banyuates yang juga mengalami masalah serupa. Dikatakan, uang tabungan itu sangat dibutuhkan oleh para orangtua siswa untuk kebutuhan anak-anaknya, mengingat saat ini memasuki tahun ajaran baru.

“Uang tabungan ini, saya butuhkan untuk keperluan membeli seragam, sepatu, buku dan kebutuhan sekolah lainnya, tapi uangnya tak kunjung cair-cair,”kesalnya.

Naimah membeberkan, jumlah tabungan milik anaknya yang belum dibayar oleh pihak sekolah lebih kurang Rp1,5 juta. Untuk itu, dirinya meminta kejelasan dan ketegasan dari pihak sekolah agar uang tabungan siswa ini segera dicairkan.

“Saya bersama wali murid yang lainya, tentunya sangat berharap pihak sekolah segera mencairkan tabungan ini, agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan anak,” harapanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya, Kepala SDN Nepa 2 Banyuates, Sampang Rohmatunnisak berkelit, bahwa penarikan tabungan siswa tersebut sedang meminta izin ke Disdik Sampang. Uang tabungan siswa itu bernilai sekitar Rp50 juta yang dikumpulkan sejak tahun 2018 lalu.

Tidak mau disudutkan begitu saja, Rohmatunnisak berjanji akan segera mencairkan dana tabungan tersebut. Hanya saja, saat ini masih dalam proses, yang jelas dalam bulan ini tabungan sudah bisa dicairkan.

“Kemungkinan dalam pekan ini, dana tabungan para siswa segera dicairkan pasca pemberian raport kepada para siswa,”janjinya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Saat dihubungi melalui televon pribadinya, tidak direspon, hanya membalas secara singkat melalui pesan WhatsApp (wa) bahwa dirinya sedang di wilayah Banyuates.

“Ini saya sedang di Banyuates,” singkatnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomer 420/906/434.201./2018 tentang larangan bagi guru dan kepala sekolah mengelola uang tabungan siswa.

Alasannya, pengelolaan tabungan siswa oleh sekolah dinilai dapat menggangu konsentrasi guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab, beban dan tanggung jawab para guru menjadi bertambah.

Di sisi lain, pengelolaan tabungan oleh pihak sekolah beberapa tahun terakhir sering dikeluhkan oleh masyarakat atau wali murid, mengingat proses pengembalian uang tabungan siswa atau pencairan kerap kali bermasalah, yakni pencairan sering tidak tepat waktu bahkan ada yang tak terbayarkan.

Alhasil, masih ada sebagian sekolah yang tetap mengelola tabungan siswa, seperti SDN Nepa 2 Banyuates dengan dali sudah mendapat izin. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *