Wali Siswa Minta Telusuri PIP SDN Bancaran 2 dan 4

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TERTUTUP: Penerima bantuan Program Indonesia Pelajar di SDN Bancaran 2 dan 4 tak sama, nominal dan penerima setiap bulan berbeda. Bahkan dilaporkan pada triwulan akhir 2020 tidak ada pencairan untuk siswa.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Jumlah penerimaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Bancaran 2 dan 4 dikeluhkan. Sebab, besaran nominal yang diterima siswa berbeda-beda. Bahkan diketahui pada November 2020 lalu diduga tidak ada pencairan.

Salah satu wali murid SDN Bancaran 2 Muhammad menyampaikan, pencairan dana PIP di sekolah tersebut tidak jelas. Bahkan pada triwulan akhir 2020 lalu tidak ada pencairan yang diterima oleh siswa atau wali siswa.

Bacaan Lainnya

“Sempat tahun lalu ini tidak ada pencairan sama sekali,” ungkapnya.

Muhammad meminta agar persoalan itu perlu ditelusuri. Sebab, bukan hanya dirinya melainkan banyak mendengar keluhan yang sama dari setiap wali siswa yang anaknya menjadi penerima PIP. Bantuan PIP harus diberikan pada siswa. Sehingga sekolah harus terbuka dan tidak boleh menggunakannya.

“Ini kan untuk siswa, tidak boleh sekolah kemudian mau menggunakan,” ulasnya.

Kepala Sekolah SDN Bancaran 2 dan 4 Imam Muslich saat dikonfirmasi menyampaikan, informasi yang beredar tentang PIP yang tidak dicairkan tidaklah benar. Diakuinya sekolahnya sudah mengikuti prosedur pencairan sesuai dengan yang ditentukan. Yakni pencairan dilakukan langsung oleh wali siswa ke bank yang ditunjuk.

“Kami tidak ikut mencairkan, langsung wali siswa yang menerima,” katanya menjelaskan.

Sedangkan pada November 2020 lalu. Dirinya menyebutkan tetap ada pencairan tetapi tidak banyak. Sebab, jumlah penerima kadang tidak sama setiap bulannya. Bahkan nominal bantuannya juga tidak sama.

“Bergantung kelasnya, ada yang Rp450 ribu, ada yang hanya Rp 210 ribu,” tuturnya.

Kata Imam, jumlah penerima PIP di SDN Bancaran 2 sebelum dilakukan regrouping masih minim, bahkan dari jumlah siswa yang jumlahnya sekitar 229 penerimanya belum mengalami peningkatan. Malah kadang masyarakat wali siswa protes jika saat ada pencairan dan anaknya tidak dapat.

“Yang menentukan semuanya kan pemerintah pusat, kami hanya bisa memasrahkannya,” ulasnya.

Masih menurut Imam, pihaknya menginginkan program PIP bisa didapatkan oleh semua siswa. Sehingga bisa saling merasakan bantuan.

“Saya minta mereka untuk sabar, semoga nanti bisa dapat juga,” ulas Imam sebagai penutup.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *