Warek III UTM Ditetapkan Tersangka Pencemaran Nama Baik

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan menetapkan Agung Alifahmi, Wakil Rektor (Warek) III Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian yang dilontarkan oleh yang bersangkutan pada tanggal 11 September 2019.
“Pak Agung Ali Fahmi sudah kami tetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik terhadap HMI dan melanggar undang-undang ITE,” ujar Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Subarnapraja.
Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada hari Selasa (17/03/2020) kemarin. Untuk menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan hingga ada tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik pelapor maupun saksi ahli.
“Nanti harus ada ahli bahasa, ahli komunikasi dan ada juga beberapa saksi lain,” jelasnya.
Sementara itu kuasa hukum HMI Arief Sulaiman mengatakan, kader HMI Cabang Bangkalan melaporkan Agung Alifahmi ke polres Bangkalan. Di dalam laporan tersebut, Agung diduga melakukan pencemaran nama baik organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pencemaran nama baik tersebut berlangsung di grup WhatsApp IKA PMII Komisariat UTM pada hari Rabu (11/09/2019).
“Setelah pencemaran nama baik menyebar luas, kami langsung melaporkan sebab tidak seharusnya Warek III melontarkan kalimat seperti itu,” jelasnya.
Dirinya kembali menambahkan awal mula kasus tersebut. Agung mengim link berita yang berjudul kader IMM dan Wapresma usir PMII dan HMI dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang itu benar (emoticon telunjuk) bahwa kampus Unmuh ya husus muhammadiyah. HMI itu gak punya induk, ibunya “Masyumi” sudah wafat yatim piatu mumpung masih di bulan Muharram kalau ketemu anak HMI Elus kepalanya disertakan dengan emoticon tersenyum. Menurutnya, tak sepantasnya seorang pemimpin melontarkan kalimat seperti itu apalagi dirinya membidangi kemahasiswaan di UTM,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan Efendi Pradana berharap, dengan penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan, proses hukum akan berjalan dengan sesuai ketentuan.
“Semoga prosesnya sesuai kaidah hukum yang sepantasnya ditimpakan ke yang bersangkutan,” terangnya. (sae/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *