oleh

Warga Bangkalan Jadi Korban Banjir Sentani

PAPUA – Jumlah korban bencana banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Minggu (17/3/) sore, terus bertambah, jika sebelumnya 42 kini menjadi 63 orang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyatakan, 17 jenazah telah berhasil teridentifikasi di RS Bhayangkara, Kota Jayapura dan 11 di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga.

“Proses identifikasi akan dilanjutkan sampai jam 8 malam. Setelah itu besok akan dilanjutkan kembali sampai semua jenazah teridentifikasi,” katanya, Minggu sore.

Polda Papua juga mencatat, bencana banjir bandang tersebut juga telah mengakibatkan korban luka sebanyak 43 orang. Korban luka dirawat di Puskesmas Sentani Kota, RS Yowari, RS Marthen Indey dan RS Bhayangkara.

Kamal mengungkapkan, kerugian material yang disebabkan bencana tersebut cukup banyak, yaitu 350 rumah rusak berat, 3 jembatan rusak berat, 8 drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 gereja rusak berat, 1 masjid rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat dan 1 pasar rusak berat.

Hingga kini, tim gabungan terus berusaha melakukan evakuasi, pembersihan jalan dan pencarian korban yang hilang.

Menurut BPBD Provinsi Papua, bencana banjir bandang Sentani menerjang 4 kelurahan di Distrik Sentani, yaitu Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo, Sentani Kota dan Doyo Baru.

Pada Sabtu malam (16/3), banjir bandang menerjang kawasan Sentani dengan membawa material lumpur, pasir, batu dan pohon.

“Kami terus berusaha mencari korban, dan sekarang masih proses evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang didapat dari berbagai sumber, dari sekian korban yang ada, diantaranya keluarga

Wahid Warga Jaddih, Kabupaten Bangkalan. Berdasarkan informasi yang di dapat warga asal Madura itu, Yunanik (38), Ardiansyah (8), Arindina (6), Arsaira (4).

“Ya benar mas warga Madura asal Jaddih Bangkalan, keluarga Bapak Wahid, 4 orang meninggal dunia, dan maaf pihak keluarga masih belum bisa fokus melayani pertanyaan, masih dalam berduka,” ucap Mohammad Heri Apriyanto Humas 1 K-Conk Jayapura.

Dikatakan Apri, saat ini teman-teman K-conk ikut membantu evakuasi puluhan mayat korban banjir bandang.

“Kami terus membantu evakuasi, sebagian sudah ditemukan, sebagian masih proses pencarian,” tukasnya.(mam)

Komentar

News Feed