Warga Bangkalan Sebut Karantina PMI Rawan Kecolongan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LONGGAR: Beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat dilakukan penjemputan di Terminal Bangkalan beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Sebanyak 15 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan dipulangkan selama pandemi Covid-19 tahun 2021. Sebelum menginjak tanah kelahirannya, mereka di karantina berlapis. Pertama, dilakukan di Asrama Haji Surabaya, kedua dilakukan di Balai Karantina Diklat Bangkalan.

Hanya saja, proses penjemputan tidak tertib. Terutama, pada saat masuk karantina di Surabaya. Sebab, terkesan ada kelonggaran pengawasan mengenai pemulangan ke tanah kelahiran. “Dua teman saja setelah turun dari Juanda langsung bisa pulang, kenapa saya di Karantina,” kesal salah satu PMI Bangkalan Khairul Huda, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, pengawasan di Bandara masih banyak memiliki celah. Sehingga banyak kemungkinan PMI yang lolos dari karantina. Kondisi itu, membuat banyak PMI lain merasa tidak adil. “Yang berani tentu mereka akan melarikan diri, jadi bagi saya ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bangkalan Agus E Leandy menyampaikan dari belasan ribu PMI yang telah dipulangkan didominasi oleh pekerja. Menurutnya, kewenangan pengawasan terhadap PMI di bandara bukan tanggung jawabnya.

“Pengawasan usai tiba di Bandara Juanda berada di Dinas Perindustrian Provinsi. Kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan. Memang ada yang dijemput tanpa di karantina,” responnya.

Timnya hanya bertugas menjemput PMI yang sudah dilakukan karantina selama 5 hari di Asrama Haji Surabaya, kemudian dilanjutkan karantina di Balai Diklat Bangkalan selama 3 hari. “Kami menjalankan sesuai prosedur, PMI boleh pulang jika dua kali hasil tesnya menunjukkan negatif Covid-19,” jelasnya.

Lantaran beberapa hari lalu Balai Karantina Surabaya kuotanya penuh, maka teknis karantina diganti. PMI asal Bangkalan dilakukan penjemputan pada hari ke 4 setelah menjalani karantina. Kemudian dilanjutkan di Bangkalan sisanya hingga 4 hari. “Setiap minggu kami pasti melakukan penjemputan, kadang 2 atau sampai 4 kali,” pungkasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *