Warga Desa Gunung Eleh Sampang Jadi Korban Penipuan Berkedok Bansos

(FOTO: KM/Ist) TERTIPU: Seorang ibu rumah tangga asal Dusun Bangsal Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedungdung menjadi korban penipuan bansos.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah digunakan sebagai kedok baru dalam aksi penipuan. Salah satu korbannya yaitu Muni, seorang ibu rumah tangga asal Dusun Bangsal Desa Gunung Eleh Kecamatan Kedungdung.

Kejadian bermula saat ia didatangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai salah satu petugas Kecamatan Kedungdung. Untuk melancarkan aksinya, pria tersebut memberi tahu Muni bahwa mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta. 

“Orang itu bilang kalau saya dapat bantuan pemerintah sebesar Rp3 juta dan bisa diambil di kantor kecamatan,” ujar Murni membeberkan kronologi kejadian, Rabu (1/12/2021). 

Namun, sebelum bantuan itu diterima, pria itu meminta agar Muni membayar uang sejumlah Rp400 ribu yang digunakan untuk memperlancar proses pencairan bantuan sebesar Rp3 juta itu. 

“Karena saya kira memang harus bayar, jadi saya bayarkan. Saya tidak curiga sama sekali, sebab saya tidak tahu proses penerimaan bantuan itu seperti apa,” tuturnya. 

Muni menyebut, saat mendengar kabar tersebut, ia tidak menaruh curiga pada pria tersebut. Sebab, tidak hanya memberi tahu secara lisan, namun pria tersebut memberikan secarik kertas yang diklaim dapat digunakan untuk penarikan dana bansos. 

“Saya juga diyakinkan dengan kertas ini, dengan membawa kertas ini ke kecamatan, nanti dana bansos saya bisa diterima,” tambahnya. 

Namun anehnya, saat Muni hendak menanyakan bantuan tersebut ke Kepala Desa dan Kepala Dusun, pria tersebut melarangnya. Bahkan, ia meminta agar Muni segera membawa kertas itu ke Kecamatan dan membayar Rp 400 ribu. 

“Setelah saya bayar, meminta saya ke kecamatan dan pergi. Katanya nanti ketemu di sana dan akan diarahkan,” jelasnya. 

Ia baru mengetahui bahwa ia baru saja ditipu saat tiba di Kecamatan. Sebab, pria yang mengaku bisa membantu pencairan bansos tersebut tidak ada di lokasi. Sementara itu, kertas yang dibawanya tidak bisa digunakan. 

“Ternyata saya ditipu, setelah itu saya baru tahu bahwa ada orang lain juga yang menjadi korban. Bahkan ada yang dimintai Rp500 ribu,” tandasnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky 

Tinggalkan Balasan