Warga Kesal, RPH di Sampang Dibiarkan Tidak Produktif

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) MANGKRAK: Warga kesal keberadaan RPH di berbagai wilayah di Kabupaten Sampang tidak produktif.

Kabarmadura.id/Sampang-Keberadaan rumah potong hewan (RPH) di berbagai wilayah di Kabupaten Sampang, disebut-sebut tidak sesuai harapan masyarakat. Hal itu lantaran fasilitas umum di RPH yang dikelola oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang itu, malah dibiarkan tidak produktif. Padahal salah satu tujuan keberadaan RPH untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor jasa penyembelihan hewan.

Zainuddin (30), warga yang tinggal di sekitar gedung RPH di Kecamatan Torjun mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola keberadaan RPH tersebut. Pasalnya dirinya melihat selama ini keberadaan RPH terkesan kurang dirawat dan tidak terkelola optimal. Bahkan dirinya curiga PAD yang diperoleh tidak sesuai dengan besaran anggaran pembangunan yang telah digelontorkan.

“Warga disini sangat menyayangkan keberadaan RPH ini, selama ini apa yang dilakukan dinas terkait untuk memaksimalkan bangunan ini,” ujarnya, Kamis (9/4/2020).

Dirinya mengungkapkan, selama ini jarang ada aktivitas penyembelihan hewan di RPH yang dibangun oleh pemerintah, khususnya di Kecamatan Torjun. Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemkab Sampang lebih serius dalam mengelola keberadaan RPH tersebut.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta pemerintah untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan RPH itu. Hal tersebut bertujuan agar keberadaan rumah potong bisa dirasakan manfaatnya dan dapat mendorong pertumbuhan perekonimian masyarakat.

“Saya harap pemerintah daerah lebih jeli dalam melaksanakan program, harus berbasis kebutuhan masyarakat biar programnya bermanfaatnya dan produktif,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang Suyono, tidak menampik jika selama ini keberadaan RPH di berbagai kecamatan kurang produktif dan maksimal. Akan tetapi, pihaknya mengklaim keberadaan RPH yang tersebar di berbagai wilayah itu, meliputi Kecamatan Sampang, Omben, Tambelangan, Ketapang dan Torjun, masih digunakan dan tetap berfungsi.

“Selama ini semua RPH masih berfungsi sebagaimana mestinya, hanya saja sebagian memang ada yang kurang produktif, karena beberapa hal, seperti kebiasaan masyarakat memotong hewan di rumahnya sendiri dan semacamnya,” dalih Suyono.

Lanjut dia, pada dasarnya keberadaan RPH untuk menjamin daging hewan yang disembelih itu aman. Sebab sebelum dipotong dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan dan ada mekanisme tersendiri dalam menyembelih hewan tersebut.

Selain itu kata dia, kurang produktifnya RPH lantaran tukang potong hewan yang bertugas di RPH tersebut juga terbatas. Sementara hewan milik warga biasanya diminta untuk dipotong secara bersamaan. Dengan begitu, Suyono berjanji akan mencarikan solusi terbaik, sehingga masyarakat lebih memilih untuk memotong hewannya di RPH yang sudah tersedia.

“Kami masih memikirkan dan mencari solusi terbaiknya, dengan harapan keberadaan RPH di berbagai wilayah ini kedepannya lebih produktif dan bermanfaat kepada masyarakat,” tandasnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *