oleh

Warga Minta Jalur Angkutan Berat di Jalan Raya Bettet Dialihkan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, menetapkan Jalan Raya Bettet Pamekasan sebagai salah satu jalur angkutan berat atau truk dari arah dan menuju Surabaya. Padahal, sepanjang ruas jalan yang berada di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan itu terbilang sempit.

Tidak hanya itu, di sepanjang ruas jalan itu merupakan komplek padat penduduk, bahkan di area tersebut berdiri sejumlah lembaga pendidikan. Tak ayal, jika sebagian warga merasa resah dan meminta jalur itu dipindah, lantaran khawatir keselamatan siswa yang berlalu lalang di jalur tersebut.

Mohammad Hodli warga Desa Bettet mengungkapkan, jalur tersebut sering dilalui kendaraan besar, padahal ruas jalan di area tersebut sangat sempit. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas kerapkali terjadi di sepanjang jalur tersebut.

Dirinya mengungkapkan, selain lebar jalan yang sempit, volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut sangat tinggi. Terlebih lagi, jalan itu memang dijadikan akses khusus truk angkutan berat dari luar kota.

“Disini sering terjadi kecelakaan, karena jalannya sempit dan banyak truk bermuatan material bangunan melintas, sehingga jalan sangat ramai dan sering terjadi kecelakaan melibatkan siswa, mahasiswa dan warga,” ungkapnya, Kamis (13/2/2020).

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Ahmad membenarkan kondisi tersebut. Dirinya mengatakan, sebaiknya memang jalur kendaraan bermuatan berat dialihkan ke jalur lain.

Sebab menurutnya, jalan di area itu menuju pusat pendidikan, termasuk di antaraya menuju pondok pesantren, banyak santri-santri yang masih kecil melintas di jalan itu. Termasuk juga jalur itu merupakan akses utama menuju kampus UIM.

Selain  itu, dirinya menambahakan, ada perhatian lebih dari instansi terkait agar jalan itu dapat dipantau dengan serius. Bahkan dirinya berharap ada portal jalan agar setiap pengendara yang melintas di kawasan itu dapat berhati-hati.

“Perlu adanya perhatian khusus dari intansi terkait agar angka kecelakaan disana bisa ditekan, bahkan saya berharap ada portal jalan seperti di depan kantor bupati itu disana, atau jalur truk dipindah saja agar tidak melintas disana, sebab hampir tiap tahun ada korban jiwa disana,” paparnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 7 Pamekasan Abdurrahman mengatakan, pihak sekolah harus selalu mewanti-wanti kepada seluruh siwanya agar berhati-hati saat melintas di jalan raya Bettet.

Sebab, setiap pagi jam berangkat sekolah para siswa harus selalu berebut jalan denagn kendaraan besar bermuatan berat, begitupun saat jam pulang, para siswa harus kembali dipertemukan dengan kendaraan besar itu.

“Kami setuju jika kendaraan besar jangan diberi izin melintas disana, karena siswa saya sering jadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan itu,” tuturnya.

Setelah dikonfirmasi Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort (Satlantas Polres) Pamekasan AKP Didik Sugiarto mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli dan sosialisasi perihal aspirasi warga tersebut, dan dia mengaku juga akan berkoordinasi dengan pihak polsek setempat.

“Kami akan lakukan sosialisasi dan patroli, kami juga akan berkoordinasi dengan polsek setempat” singkatnya. (km53/pin)

 

 

 

Komentar

News Feed