Warga Pamekasan Keluhkan Pungutan Karcis Jembatan Gantung

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) INDAH: Jembatan gantung sepanjang 120 meter menghubungkan dua desa di Kecamatan Batumarmar

Kabarmadura.id/Pamekasan/ Batumarmar-Jembatan Gantung Bong Campor sepanjang 120 meter yang dibangun  pada 2019 lalu, menjadi magnet perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Namun sangat disayangkan, untuk menikmati keindahan view jembatan yang menghubungkan Desa Batu Bintang dengan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar itu, masyarakat masih dipungut biaya atau karcis.

Padahal, jembatan yang diakui sebagai jembatan gantung terpanjang di Jawa Timur tersebut, dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp8 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII.

Menurut Syaiful, salah satu warga yang berkunjung ke jembatan itu mengaku, penarikan karcis itu tidak wajar dilakukan, sebab jembatan gantung tersebut merupakan jembatan umum yang dibangun dengan dana anggaran.

Menurutnya, penarikan karcis itu dikeluhkan oleh masyarakat karena dinilai menyalahi pemanfaatan fasilitas yang dibangun pemerintah itu. Sebab menurutnya, jembatan itu tidak dibangun untuk destinasi wisata.

“Itu kan jembatan umum, dibangun untuk menghubungkan masyarakat desa sekitar, bukan sebagai destinasi wisata, apalagi sampai ada portal jalannya, itu kan fasilitas umum,” ucap pria asal desa Lesong Laok tersebut, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Pamekasan Maskur Rasyid mengatakan, jembatan tersebut hasil dari komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dan menghabiskan anggaran dari dana pusat sebesar Rp8 miliar.

Lebih lanjut Maskur mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan jembatan tersebut bukan hanya sebagai fasilitas umum, akan tetapi juga sebagai alat yang bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, dirinya memaklumi adanya penarikan retribusi yang jumlahnya baginya tak seberapa itu.

“Kami berharap jembatan tersebut dapat membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar, meski itu jembatan umum akan tetapi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar, bisa dibangun toko atau lain-lain,” ucapnya. (km53/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar