oleh

Warga Resahkan Material Proyek Penimbunan Bahu Jalan Ketapang-Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Proyek penimbunan bahu jalan raya Sampang–Ketapang, tepatnya di kawasan jalan raya Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur di wilayah Kabupaten Sampang, diresahkan oleh warga setempat.

Mahrus (45) salah satu warga Desa Ketapang Laok yang meresahkan kualitas material mengatakan, bahan material yang digunakan proyek tersebut, baik yang digunakan untuk meratakan bahu jalan kuat dugaan material tidak sesuai spek.

Indikasinya, timbunan bahu jalan menggunakan sirtu biasa. Padahal, itu bisa berdampak terhadap kualitas proyek yang bertujuan agar jalan bisa lebih aman saat dilewati pengendara.

“Seharusnya material sirtu yang digunakan dalam proyek ini lebih bagus, yakni sirtu yang lebih banyak batunya dibandingkan pasir, sehingga, saat hujan bahu jalan tidak licin dan berlumpur,” ungkapnya, kemarin (6/11)

Ia menjelaskan, jika material sirtu menggunakan yang lebih banyak pasirnya bisa berdampak fatal bagi pengguna jalan. Sebab, jika memakai jenis sirtu bisa, dikhawatirkan saat musim hujan, kondisi bahu jalan akan lembek dan berlumpur.

“Kami harap material sirtu yang digunakan pada penimbunan bahu jalan ini dapat memilih yang lebih bagus, tidak jelek seperti yang ada ini,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Jalan UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang Moh. Tami menegaskan, proyek penimbunan bahu jalan tersebut merupakan salah satu program pemeliharaan rutin jalan raya Sampang – Ketapang.

Diungkapkannya, setiap bahu jalan yang dalam dan tidak rata akan ditimbun dengan sirtu, sehingga bahu jalan menjadi rata dan lebih aman kepada para pengendara yang melintas. Dirinya mengklaim, sirtu yang digunakan untuk penimbunan bahu jalan itu, sudah sesuai perencanaan dan proyek itu dikerjakan secara swakelola oleh dinas terkait.

“Untuk material proyek penimbunan bahu jalan ini,  menggunakan sirtu biasa, sebab jenis pengerjaannya, bukan berbentuk beton atau telpot, hanya sebatas timbunan biasa saja, untuk meratakan bahu jalan,” tandasnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed