Warga Resahkan Pabrik Cor Beton Diduga Tak Prosedural

  • Whatsapp
MENGGANGGU: Perusahaan cor beton di Desa Pengelen, Kecamatan Sampang dinilai mengganggu dan tidak prosedural.

Kabarmadura.id/Sampang-Keberadaan pabrik pengolah cor beton atau batching plant di Desa Pengelen, Kecamatan Sampang dikeluhkan warga sekitar. Warga mengaku, keberadaan pabrik sangat meresahkan, lantaran dampak negatif yang ditimbulkan bersentuhan langsung dengan lingkungan warga sekitar.

Tak hanya itu, perusahaan yang baru berdiri itu disebut tidak prosedural, karena sebelumnya tidak ada sosialisasi kepada masyarakat dan koordinasi dengan kepala desa (kades) setempat, bahkan kuat dugaan perusahaan tersebut juga tidak mengantongi izin.

Kades Pangelen Zainal Abidin membenarkan, pembangunan pabrik cor beton di desanya itu tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan warga dan pemerintah desa setempat. Menurut dia, selama ini warga mengeluhkan dampak negatif yang dirasakan, seperti debu yang mengganggu aktivitas petani dan lingkungan sekitar.

“Dari awal pembangunan pabrik ini sudah tidak prosedural, tetapi kami tidak tahu apakah sudah memiliki izin atau belum, karena tidak ada koordinasi dan sosialisasi terkait dampak dan kompensasi bagi warga sekitar,” ungkap Zainal Abidin, kemarin (18/9).

Untuk itu, Zainal berharap pemilik pabrik bisa mengikuti prosedur dan peduli terhadap warga sekitar, utamanya terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Pihaknya tidak ingin kehadiran pabrik itu merugikan masyarakat, karena mayoritas warga Desa Pengelen berprofesi sebagai petani.

“Kami tidak bermaksud apa-apa, Kami atas nama warga Desa Pangelen hanya ingin pendirian dan pengoperasian sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta ada hal positif yang diperoleh oleh warga, tidak hanya dampak negatifnya saja,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggara Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang Suaidi Asyikin mengatakan, semua jenis usaha harus mengantongi izin, termasuk pabrik cor beton itu, izinnya dimungkinkan sudah diproses.

Suaidi mengatakan, sementara proses pengajuan dan pengurusan izin usaha, dapat dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). 

“Saat ini izin pabrik di Pengelen itu lagi proses, seperti komitmennya dan syarat-syarat yang harus dipenuhi,” singkatnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *