Warga Sayangkan Tutupnya Layanan Poli RSUD Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) PONTANG-PANTING: Warga harapkan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi evaluasi tidak beroperasinya poli RSUD dr. Mohammad Zyn selama tiga hari.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Penutupan semua layanan poli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang, dikeluhkan warga setempat. Pelayanan yang tutup itu termasuk poli kandungan dan penyakit dalam.

Penutupan layanan itu dilakukan selama tiga hari, Jum’at hingga Minggu (16-18/7/2021). Kembali memberikan pelayanan di hari Senin (19/7/2021). Sehingga ketika ada pasien yang membutuhkan perawatan di hari tersebut, tidak dapat pelayanan. Hal itu diungkap warga asal Kecamatan Kedungdung Sampang bernama Zainudin pada Minggu (18/7/21).

Bacaan Lainnya

Sehingga menurut Zainudin, adanya penutupan pelayanan poli itu, Pemkab Sampang diminta untuk kembali mengevaluasi kinerja dan beroperasinya RSUD, agar pelayanan kembali bersiaga setiap hari selama 24 jam, karena datangnya penyakit bukan direncanakan.

“Sabtu kemarin membawa keluarga saya ke poli penyakit dalam, tetapi semua pelayanan poli ditutup dan oleh salah satu petugas diminta untuk kembali Senin. Karena, Minggu juga tutup. Saya heran saja, kenapa pelayanan poli bisa ditutup, padahal penyakit atau musibah itu tidak tahu kapan datang,” ucap Zainudin.

Pasien yang didampingi Zainudin merupakan ibu hamil yang memiliki penyakit diabetes dan kondisi gula darahnya tinggi. Pihak keluarga sempat konsultasi ke ruang IGD rumah sakit tersebut, namun pasien bisa dirawat dengan syarat screening Covid-19 terlebih dahulu.

Sementara sebelumnya, pasien sudah menunggu dengan waktu perawatan yang sangat lama. Hal ini juga akan berakibatkan pada keselamatan pasien. Berdasarkan keterangan dokter, pasien tidak segera ditangani karena menunggu hasil screening Covid-19. Sebab, jika screening dilakukan siang hari, maka hasilnya keluar pukul 21.00 malam.

“Pada malam Sabtu, pasien pingsan dua kali di rumahnya, akhirnya karena kondisi kesehatan pasien tidak stabil, akhirnya dibawa ke Puskesmas Kedungdung, dan dari puskesmas Kedungdung diberi surat rujukan ke poli dalam RSUD Sampang, termasuk dengan hasil swab antigen,” imbuh Zainuddin.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, dr Agus Akhmadi saat hendak dikonfirmasi terkait adanya penutupan poli itu ke ruang kerjanya tidak ada, bahkan upaya konfirmasi melalui nomor ponselnya meski berdaring tidak direspon. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *