Warga Sekolah Trauma Sering Diancam, Ingin Penjaga Sekolah Dipindah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) DIJAGA POLISI: Demi menjaga keamanan dan ketertiban SMPN 1 Batumarmar dijaga oleh personel Polsek Tamberu.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANSetelah menerima ancaman dari penjaga sekolahnya, kini Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Batumarmar kembali normal. Aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) aktif kembali. Bahkan, seluruh siswa masuk 100 persen.

Kepala SMPN 1 Batumarmar Rusman Widiarso mengatakan, gerbang sekolah sudah berhasil dibuka setelah kuncinya diambil dari penjaga sekolah. Pengambilan kunci itu dilakukan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tamberu. Awalnya, kunci sekolah dirampas oleh penjaganya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan KBM aktif kembali sejak Selasa, 19 Oktober lalu. Selama sekolah aktif kembali, penjaga sekolah yang kerap mengancam para guru tidak masuk ke sekolah. Meski begitu, Rusman mengatakan, para guru masih trauma dan cemas, khawatir penjaga sekolah kembali mengacau.

“Selama sekolah dibuka dia tidak masuk ke sekolah,” ucapnya.

Kecemasan mereka sedikit teratasi dengan adanya penjagaan dari pihak Polsek Tamberu di lingkungan sekolah. Rusman mengaku, sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak polsek. Sementara laporannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan merupakan saran dari kepala dinasnya.

“Alhamdulillah hari ini ada polisi berjaga-jaga,” ungkapnya.

Karena penjaga sekolah berstatus aparatur sipil negara (ASN), Rusman mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk memindah tugaskan yang bersangkutan. Sebab yang berwenang memindah ASN di sekolah menurutnya adalah pihak Disdikbud.

Namun, Rusman mengungkapkan, semua guru di SMPN 1 Batumarmar sejatinya berharap penjaga sekolah dipindahtugaskan. Sebab tindakannya selama ini sangat meresahkan.

Dikhawatirkan akan mengganggu dan membahayakan para siswa yang sedang belajar. Namun, dia mengaku masih bisa mengusulkan kepada Disdikbud atas pemindahan penjaga sekolahnya.

“Tapi apakah nanti dikabulkan oleh disdik saya tidak tahu. Karena itu kewenangan Disdik,” ucap Rusman.

Kapolsek Tamberu Iptu Safril Selfianto menjelaskan, pihaknya akan menyediakan pos jaga jika diperlukan. Sebab menjaga keamanan dan ketertiban merupakan kewajibannya. Dia mewanti-wanti kepada pihak sekolah dan seluruh masyarakat, agar melapor jika ada tindakan melawan hukum.

“Ini memang tugas kami. Sudah seharusnya kalau ada tindakan meresahkan dan melawan hukum lapornya ke kami,” ucap Iptu Safril.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *