Warga Sumenep Terbius Keseriusan Program Religi Fauzi-Eva

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TERJEBAK WAKTU: Achmad Fauzi-Dewi Khalifah hanya akan memimpin Sumenep 3 tahun lebih.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Pada masa kampanye, berbagai serangan diterima paslon nomor urut 1 Pilkada Sumenep, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah. Salah satunya Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sumenep Dewi Khalifah yang sedang menjalani masa iddah, diisukan sedang sakit.

Hal itu disampaikan langsung oleh tim sukses (timses) paslon nomor urut 01, Abrari El Zael. Namun, katanya, timses mengontrol isu tersebut sebagai kekuatan dan motivasi. Selain itu, mencoba meredam dengan tidak tenggelam dalam isu yang dimainkan.

Bacaan Lainnya

“Kami minta untuk tidak melawannya. Karena kalau melawan, kami akan masuk dalam perangkap politik,” jelas pria yang familiar disapa Abbe ini.

Namun menurutnya, pemilih di Pilkada Sumenep cukup cerdas. Mereka dipandang sudah bisa memilih pemimpin yang memiliki program bagus untuk memajukan Sumenep.

Salah satu yang dianggap manjur ialah terkait perhatian terhadap gerakan meramaikan ibadah di masjid, langgar atau musala, terutama di setiap waktu salat Magrib hingga Isya.

Bahkan, Sekretaris DPD PAN Sumenep Husaini Adhim menambahkan, kalangan milenial harus lebih diajak untuk intens beribadah di tiga tempat tersebut, daripada menghabiskan masa Magrib ke Isya di kafe.

“Pak Fauzi merindukan anak-anak datang ke langgar, bukan kafe-kafe setelah azan Magrib sampai Isya,” jelas Husaini.

Sekretaris Timses Fauzi-Eva ini lebih lanjut menambahkan, isu program yang membuat mendulang suara ialah komitmen kuat untuk menyamaratakan pembangunan kepulauan dengan daratan.

Dalam pandangannya, pembangunan di kepulauan tertinggal jauh dari pada daratan. Itu bisa terlihat dari infrastuktur, akses, listrik dan sebagainya.

“Kesetaraan antara kepulauan dan daratan,” tutupnya. (idy/waw)

Visi

Sumenep Unggul, Mandiri dan Sejahtera

Misi

– Membangun sumber daya manusia yang bersaing di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.

– Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif, dan responsif dalam melayani masyarakat

– Pembangunan berasaskan kearifan lokal dan gotong royong, serta pembangunan yang beribang antara kelukauan dan daratan berbasis lingkungan hidup

– Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis kawasan dari hulu ke hilir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *