oleh

Warga Syiah di Sampang Akan Pulang Kampung untuk Mengikuti Pemilu

Kabarmadura.id/SAMPANG – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, 20 warga korban konflik Syiah dikabarkan akan pulang kampung untuk menyalurkan hak pilih mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Sampang, Faisol Ramdani. Ia menyampaikan, ada 20 orang warga Syiah yang saat ini mengungsi di Jemundo, Sidoarjo, akan pulang kampung pada tanggal 17 April mendatang.

“Sesuai data yang kami terima, ada enam orang warga Syiah yang masuk di DPT desa asalnya, kemudian ada 14 pemilih pemula yang konon akan pulang ke Sampang untuk mencoblos. Ini sangat rawan dan bisa memicu konflik,” kata Faisol Ramdani, ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Sampang.

Ia juga menjelaskan, selain 20 orang Syiah yang masuk di DPT Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran, sebanyak 218 warga Syiah yang saat ini masih mengungsi di rumah susun Jemundo, Sidoarjo, belum jelas penyaluran hak politik mereka.

“Satu saja warga Syiah akan pulang ke Sampang ini rawan apalagi sampai 20 orang,” tambahnya.

Sementara itu, Syamsul Mu’arif ketua KPUD Kabupaten Sampang menyampaikan tidak pernah menutupi masalah DPT karena dinamika permasalahan mulai dari tahun sebelumnya menjadi pelajaran sangat berarti.

“Masalah DPT menjadi kesalahan kita bersama. Tapi itu menjadi ihktiar kita untuk terus melakukan perbaikan. Dari awal kita menyusun DPT berbasis pada alamat yang tertera pada KTP. Tetapi setelah kita lakukan pemutahiran warga yang ada di pengungsian pindah pilih,” katanya.

Ia juga menambahkan, KPU Kabupaten Sampang harus melayani mereka-mereka yang pindah pilih atau berdasarkan keinginan pemilih sendiri, karena hal tersebut juga dilindungi oleh aturan yang telah ada.

“Bahkan kita sebenarnya sudah menyiapkan TPS. Pada prinsipya mau memilih di mana saja kita akan layani,” pungkasnya. (awe/pai)

Komentar

News Feed