Warga Tanami Jalan Provinsi Sampang-Ketapang dengan Pohon Pisang

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) PROTES: Warga tanam pohon pisang di tengah jalan provinsi lantaran yang sudah lama rusak namun tak kunjung diperbaiki

Kabarmadura.id/Sampang/KETAPANG-Sejumlah warga asal Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, melakukan aksi porters atas kondisi infrastruktur jalan yang tidak kunjung diperbaiki, meski sudah lama rusak. Aksi protes diwarnai dengan penanaman pohon pisang di tengah jalan yang rusak.

Suhrol warga setempat yang ditemui di lokasi menuturkan, kerusakan jalan yang berada di jalur provinsi itu sudah lama terjadi. Bahkan kondisi jalan yang rusak sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sayang, hingga saat ini pemerintah belum melakukan perbaikan terhadap kerusakan infrastruktur itu.

“Karena tak kunjung diperbaiki akhirnya warga menanam pohon pisang di tengah jalan, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah,” kesalnya, Rabu (22/1/2020).

Dirinya menyampaikan, selama ini kerusakan jalan itu sudah memakan korban. Dirinya mengungkapkan, sedikitnya, ada tiga pengedara motor yang jatuh gara-gara jalan rusak tersebut. Bahkan, ada korban yang mengalami patah tulang akibat terjatuh di lokasi tersebut.

Warga berharap, agar kerusakan jalan tersebut bisa segera mendapat perhatian dari dinas terkait. Sehingga warga yang akan melintasi jalan tersebut lebih aman dan nyaman. Selain itu, dirinya berharap agar program pemeliharaan Jalan Sampang-Ketapang bisa merata, tidak hanya fokus di wilayah selatan saja.

“Kalau tidak segera diperbaiki, khawatir kerusakan bertambah, Apalagi saat malam kondisi jalan gelap karena tidak ada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU),” tuturnya

Sementara itu, Kepala Pembantu Unit Pelaksana Teknis Pekerjaan Umum (UPT PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Sampang Mohammad Haris mengaku, pihaknya sudah mengetahui terkait dengan kerusakan jalan di lokasi tersebut.

Bahkan pihaknya mengklaim sudah mengajukan perbaikan kerusakan jalan itu kepada PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, perbaikan jalan tersebut masuk katagori rekonstruksi, yakni tanah akan dikeruk terlebih dahulu, kemudian dipasang agregat, dan diaspal. Tujuannya agar kontruksi jalan bisa lebih kuat.

“Program perbaikan atau pemeliharaan jalan itu sudah kami ajukan ke kantor PU Bina Marga di Surabaya. Saat ini kami masih menunggu turunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA),” tutupnya (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *