oleh

Warga Terima Telur Busuk yang Terjual Jadi Produk BPNT

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Sejumlah warga Desa Gagah Kecamatan Kadur, Pamekasan menyayangkan adanya komoditas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa telur yang diketahui busuk dan tidak layak makan.

Temuan itu diungkap Pusihah, salah satu warga Kadur yang menerima BPNT berupa beras, kacang dan telur dalam kondisi busuk dari agen e-warung setempat.

Dirinya mengetahui bahwa telurnya busuk saat cucunya mencium bau menyengat dari tempat penyimpanan telur itu, setelah didekati dan diperiksa ternyata sebagian telurnya busuk.

“Tapi beruntung, tidak lama kemudian agennya datang ke sini mengganti telur busuk dengan telur yang masih segar,” ungkapnya.

Tidak hanya Pusihah, hal serupa juga dialami oleh warga lain di Desa Gagah. Tidak hanya itu, komoditas beras yang dibagikan diketahui tidak sama antara dusun satu dengan dusun lainnya.

Perbedaan merk beras yang dibagikan juga berbeda kualitasnya, sehingga harganya pun berbeda.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setempat Jailani menerangkan, kesalahan tersebut merupakan kesalahan agen.

Pihaknya telah menegur agen yang bersangkutan karena telah menjual komiditi tidak layak makan. Menurutnya, hal itu sepenuhnya kesahalan agen yang telah membeli dan menyalurkan barang busuk kepada kelompok penerima manfaat (KPM).

Hal itu, kata Jailani, bisa saja terjadi karena agen berbuat nakal untuk meraup untung besar, karena membeli komoditi dengan harga murah dan menjualnya dengan harga wajar. Pihaknya tidak ingin hal itu terjadi kembali, sehingga telah memperingatkan agen yang bersangkutan.

“Kalau mau membeli komoditi harus fresh semua, saya sudah tekankan seperti itu. Saya bilang tadi itu, jangan sampai kesalahan agen itu dilimpahkan ke KPM,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Syamsul Arifin Anwar selaku agen e-warung setempat tidak bisa dikonfirmasi, bahkan didatangi ke rumahnya juga tidak bisa ditemui dengan dalih sedang istirahat. (ali/waw)

Komentar

News Feed