Warga Tolak Pengalihan Pasar Hewan Tanah Merah Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENOLAK: Para pedagang di pasar hewan Tanah Merah Bangkalan menolak adanya rencana pengalihan pasar, dikarenakan mengancam ketertiban lalulintas jalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Rencana Pengalihan pasar hewan di Tanah Merah Bangkalan harus dikaji ulang. Sebab warga menilai pasar yang saat ini berada di Desa Petrah Kecamatan Tanah Merah sudah bagus dan kondusif. Sehingga jika ada upaya untuk dipindah ke pasar baru, tentu akan kembali menimbulkan kemacetan panjang.

Sebab sebelum dialihkan, kemacetan di Pasar Tanah Merah terkenal paling panjang di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak. Apalagi, kondisi pasar saat ini  tidak baik. Mengingat gedung yang baru dibangun belum ditempati. Bahkan para pedagang masih bertahan di kios yang lama.

“Saat ini saja sudah macet, karena banyak kios yang bertahan di dekat jalan. Kalau pasar hewan dikembalikan lagi di lahan pasar, maka sudah tentu akan berdampak kurang baik. Selain mengganggu pedagang, juga akan menimbulkan kemacetan panjang,” ujar salah satu pedagang Pasar Tanah Merah Ahmad Hamzah, Minggu (14/11/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdga) Bangkalan Roosli Soeharyono mengaku, upaya dipindahkannya pasar hewan di Tanah Merah merupakan buntut dari penempatan gedung baru. Sehingga aktivitas jual-beli diharapkan menjadi satu tempat di pasar tersebut.

“Kami ingin agar semua transaksi penjualan berada di lingkup pasar ini. Pemerintah juga sudah menyediakan lahan cukup luas untuk penjualan hewan di depan gedung baru. Tetapi memang sementara belum bisa dilihat, karena masih belum ditempati dan pedagang yang di depan belum pindah ke gedung baru. Nanti kalau sudah pindah ke gedung baru, sudah kelihatan luasnya,” responnya.

Selain itu, upaya penertiban jalan dan kemacetan juga akan dilakukan kerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub). Sehingga tidak terjadi kemacetan yang panjang, apalagi jika lahannya luas dan parkir kendaraan ditertibkan. “Yang membuat macet ini kan biasanya kendaraan yang diparkir sembarangan, sehingga membuat antrian panjang,” paparnya.

Pemerintah menginginkan, agar pengawasan pasar bisa efektif dilakukan disatu tempat. Sebab, jika di dua tempat yang cukup berbeda dalam satu kecamatan. “Kadang membuat pegawai kewalahan. Sehingga muncul upaya untuk dipindah. Ini kan sudah lahan pemerintah juga, jadi sayang jika tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswato

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *