Warga Was-Was, Pembebasan Lahan Kali Kamoning Kabupaten Sampang Belum Terbayarkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KHAWATIR: Beberapa warga di Kabupaten Sampang belum menerima ganti rugi pembebasan lahan untuk kegiatan proyek Kali Kamoning.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Meski tidak ada kejelasan pembayaran mengenai pembebasan lahan, realisasi proyek Kali Kamoning di Kabupaten Sampang terus berlanjut. Padahal hingga saat ini, beberapa pemilik tanah belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Sedangkan kondisi di lapangan, sebagian lahan warga sudah terpakai untuk realisasi kegiatan.

“Karena tidak sedikit warga yang memiliki lahan di sekitar Kali Kamoning terkena jalur pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP). Tapi, hingga saat ini belum ada pembayaran ke kami mas. Padahal kami sudah dijanjikan tahun ini sudah terbayar,”  ujar warga Kelurahan Rong Tengah Sumadi, Kamis (14/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemerintah menjanjikan awal tahun ada pembayaran. Selanjutnya berjanji pertengahan tahun. Namun hingga menjelang akhir tahun belum ada kejelasan pembayaran. Sehingga pihaknya bersama warga lain berharap ada pembayaran. Termasuk bagi pemilik tanah yang belum terlunasi.

“Karena ada beberapa warga yang sudah menerima ganti rugi maupun ganti untung. Kami berharap ada kepastian. Selama ini kami mengerti soal kondisi Covid-19. Tapi kalau terlalu lama, pemilik tanah khawatir tidak terbayarkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Indah Sri Wahyuni mengaku, tidak sedikit lahan warga yang terdampak pekerjaan proyek. Bahkan,  permintaan kompensasi bersifat mendesak. Sedangkan pemerintah masih terkendala mengenai anggaran.

“Kami berharap masyarakat bisa memaklumi. Kami mengalami kendala dalam penganggaran,” responnya.

Dia menjelaskan, sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan tahun ini. Namun, anggaran yang dialokasikan harus dipangkas akibat adanya refocusing tahap 3. Sehingga untuk sementara pemerintah menunda pembebasan lahan. Sedangkan rencana pembebasan lahan akan diambil alih Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Untuk diketahui, proyek itu sengaja dibangun untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun. Bahkan anggaran pembangunannya sudah tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019. Diperkirakan akan menelan dana hingga Rp1,3 triliun. Sehingga dipastikan pembangunan akan berlangsung hingga tuntas.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *