oleh

Warung Pelosok Desa Jadi Tempat Penjualan Rokok Ilegal dan Produk Kedaluwarsa

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep telah melakukan fungsi pengawasan terhadap barang dan jasa serta melakukan operasi makanan dan minuman (mamin) yang beredar di Sumenep. Hasilnya, Disperindag banyak menemukan rokok ilegal dan mamin kedaluwarsa di pelosok.

Kepala bidang (Kabid) Promosi dan Perlindungan Konsumen Cicik Suryaningsih menyebutkan, terbilang hampir 200 produk khusus rokok ilegal yang berhasil dikumpulkan mulai dari tahun 2017 sampai 2019.

“Ini hanya dibuat sampel, ada sekitar 180 produk yang tidak berlabel sesuai rekomendasi dari cukai, ini bukan dirampas yang ada di sini, tetapi kami beli ke warung-warung di pedesaan. Kalau di daerah kota sudah jarang,” katanya, Kamis (6/2/2019).

Selain itu, untuk mamin yang sudah lewat masa berlakunya, menurut Cicik juga sering ditemukan di sejumlah toko atau warung, bahkan yang dijual secara sengaja dengan ditutupi label baru juga sering dijumpai saat melakukan pengawasan.

Meskipun sering menjadi temuan, pihaknya tidak bisa memastikan sanksi terhadap toko atau warung mamin yang masih tidak jera untuk menjual kembali barang yang sudah kedaluwarsa, selain hanya memberi peringatan agar jangan sampai merugikan konsumen dengan membeli produk basi tersebut.

“Berkali-kali kami sampaikan bersama tim, termasuk dari Dinkes itu, jika sampai dituntut oleh pembeli karena keracunan maka pihak warung yang harus bertanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara pihaknya juga mengklaim telah melakukan beberapa langkah untuk meminimalisir hal tersebut, seperti sosialisasi saat melakukan 4 kali pengawasan di setiap tahun, serta bekerja sama dengan pihak cukai untuk memberikan tindakan terhadap produk ilegal.

“Dan termasuk mengampanyekan dengan menabur stiker atau menempel ke toko-toko, himbauan agar jangan menjual produk ilegal karena bisa ditindak secara hukum, dan himbauan lain di poster tersebut,” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed