Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19, DPRD Desak Ahli Medis Bersuara

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) LANGKA: Anggota DPRD Pamekasan minta para ahli medis aktif bersuara saat masyarakat butuh edukasi medis.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN- Melandainya kasus Covid-19 di Pamekasan disambut baik oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Sebab, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan antrean pasien sudah berkurang.

Meski begitu, jumlah pasien masih menghabiskan jumlah bed yang ada.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam, meminta agar Satgas Covid-19 Kabupaten Pamekasan tidak hanya menekankan penerapan protokol kesehatan (prokes)  6 M kepada masyarakat. Tetapi juga menekankan pelaksanaan 3 T, yaitu testing, tracing, dan treatment. Hal itu menurutnya sebagai langkah antisipasi terjadinya gelombang ketiga.

“Karena kabarnya, sekarang sudah muncul virus varian baru lagi. Ini harus diantisipasi,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Selain itu, pihaknya meminta agar Satgas dan RSUD dan RSUD memberikan supremasi medis kepada masyarakat. Masyarakat masih membutuhkan banyak pengetahuan medis dari seorang ahli, seperti para dokter spesialis di RSUD. Salah satu sebabnya, karena sempat terjadi kelangkaan obat di sejumlah apotek di Pamekasan.

Menurutnya, warga yang menjalani isolasi mandiri cenderung menggunakan obat generic yang dikonsumsi tanpa menggunakan resep dokter. Pihaknya khawatir, karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang medis, warga salah mengonsumsi obat. Karena warga mengonsumsi obat hanya sekedar yakin, atau rekomendasi dari yang bukan ahli.

“Di apotek, cari vitamin C saja sulit. Susu beruang saja jadi langka. Ini kan perlu atensi dari yang ahli. Jadi ayo dokter-dokter ini bicara,” tegas Ketua Fraksi PKB itu.

Ketua Satgas Covid-19 RSUD SMart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat membenarkan landainya kasus Covid-19 di RSUD SMart. Setidaknya, jumlah pasien Covid-19 masih memenuhi jumlah bed yang disediakan, namun antrean pasien di ruang instalasi gawat darurat (IGD) hanya tinggal satu orang.

Pria yang akrab dipanggil dokter Yayak itu mengatakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah membuka layanan konsultasi melalui hotline khusus. Masyarakat bisa berkonsultasi mengenai kebutuhan medis berkaitan dengan Covid-19. Termasuk mengenai obat-obatan yang perlu dikonsumsi oleh warga yang sedang menjalani isolasi.

“Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan. Terutama tokoh masyarakat dan tokoh agama. Agar mengimbau masyarakat patuhi prokes,” tukasnya. (ali/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *