WBP Berhak Berkarya, Seniman Pamekasan: Mereka Butuh Diayomi Bukan Dijauhi


WBP Berhak Berkarya, Seniman Pamekasan: Mereka Butuh Diayomi Bukan Dijauhi
(LAPAS SUSTIK PAMEKASAN FOR KM.ID) KREATIF: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sedang mengikuti Workshop Kria yang diselenggarakan Lesbumi PCNU Pamekasan dan Komunitas Lorong Art, di Lapas Khusus Narkotika Pamekasan, 26 Agustus 2022 lalu.

KM.ID | PAMEKASAN – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan mendapat kesempatan berharga. Mereka mengikuti Workshop Seni Lukis dan Kriya, Jumat (26/8/2022) lalu.

Pemateri seni lukis pada kegiatan itu adalah Faulur Rosi. Dia menyampaikan bahwa, masyarakat secara umum, termasuk warga binaan butuh berkenalan dengan seni dan budaya Indonesia.

“Tujuan seni untuk melatih manusia bersabar, tentu ini sangat bermanfaat untuk pengelolaan perasaan mereka dalam masa tahanan, makanya saya ingin menularkan kepada WBP,” katanya kepada KM.ID, Jumat (26/8/2022).

Salah satu yang sangat bermanfaat kata Rosi, adalah mengisi waktu kosong ketika masa tahanan. Dia menyebut, harus ada kegiatan yang positif. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melatih bakat terpendam.

Menurut pria yang akrab dipanggil Eros Van Yasa itu, para warga binaan butuh kesibukan yang  produktif. Tidak hanya iseng belaka apalagi sampai memilih kegiatan yang tidak bermanfaat ketika bebas nanti.

“Setelah keluar dari Lapas ini, saya berharap mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya secara otodidak hasil pengalaman ketika menjalani masa hukuman, baik lukis atau kerajinan tangan, sehingga bisa produktif dan bernilai jual di pasaran,” ungkapnya.

Pengurus Lesbumi PCNU Pamekasan itu mengungkapkan, rata-rata warga binaan di Lapas ini sudah memahami lebih dari kemampuannya saat ini. Pihaknya hanya mengajak agar mereka sibuk positif saja.

Selain itu, kata Eros, sebelumnya, para Napi sudah mengikuti kegiatan diskusi kebudayaan bertema Nasionalisme dan Budaya Nusantara--yang bisa menambah rasa cinta tanah air dan menguatkan rasa persaudaraan di tengan-tengah warga binaan.

Serangkaian kegiatan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pamekasan dan Lorong Art.

“Jadikan hobi baru setelah itu profesi, enak, bukan?Mendapatkan uang dari apa yang kita senangi. Saya harap beberapa orang, meski tidak seluruhnya, nanti tidak kebingungan ketika sudah bebas,” pungkasnya.

Reporter: M. Arif

Redaktur: Ongky Arista UA