Wildan, Bocah Inspiratif yang Meraih Medali Perak Sepanjang Tahun 2020 di Ajang Badminton Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ISTIMEWA) BERPRESTASI: Wildan Ahmad menerima medali perak pada kejuaraan badminton tingkat nasional di Surabaya, 23 Desember 2020.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Musibah pandemi Covid-19 membuat sejumlah aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Namun, lain cerita dengan Wildan, bocah 10 tahun yang tetap menuai banyak prestasi di tengah pandemi.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Bacaan Lainnya

Sepanjang tahun 2020, hampir tidak ada even kejuaraan olahraga. Padahal, even olahraga bisa mengasah minat para atlet. Adanya Covid-19 berpotensi untuk mengendorkan semangat para atlet. Tetapi, beda cerita dengan Wildan Ahmad. Bocah yang berusia 10 tahun itu, semangat dan disiplinnya terjaga walaupun kondisi pandemi Covid-19..

Wildan, bocah kelas 5 SDN Burneh 1 ini cukup sibuk di usianya yang masih belia. Di masa pandem, dia masih menjalani latihan dengan disiplin bersama timnya di Winner Club Surabaya. Latihan tersebut dengan pengawasan yang sangat ketat  dari orangtua dan pelatih.

Winner Club yang juga merupakan klub ternama di Surabaya memberikan fasilitas pelayanan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang lengkap. Sehingga setiap latihan, kedua orangtua Wildan tidak terlalu khawatir. ”Kami awalnya khawatir, karena kondisi pandemi juga sangat berbahaya bagi anak, tapi karena melihat fasilitas di klubnya, kami jadi sedikit lebih tenang,” jelas Zulfikar, ayah Wildan.

Prestasi Wildan selama tahun 2020 cukup stabil berkat latihan kerasnya. Sebab, dari Lima even kejuaraan badminton yang diikuti, Wildan terus berhasil mendapatkan medali perak. Padahal lawan mainnya dinilai memiliki pengalaman lebih banyak daripada Wildan. ”Selama tahun 2020 ini saja, ada lima kejuaraan dan semuanya mendapatkan medali perak, dua kali tingkat nasional, dan tiga tingkat provinsi,” jelasya

Kata Zulfikar, Wildan sudah aktif mengikuti kejuaraan badminton saat usianya masih 7 tahun. Saat tahun 2017,  Wildan sudah mendapatkan medali peraknya untuk yang pertama kali. Saat itu, Zulfikar merasa bahwa bakat anaknya harus terus dikembangkan. Sebab, Wildan juga memiliki mimpi dan keinginan bermain hingga kancah internasional. ”Yang menjadi mimpinya, tentu akan menjadi mimpi saya juga, jadi saya akan terus mendorongnya,” cerita Zulfikar.

Pada saat kejuaraan terakhir, Streaming Badminton Championship (SBC), yang digelar tanpa penonton di Surabaya 23 Desember lalu, Wildan kembali mengharumkan nama Bangkalan di kancah nasional. Saat itu, dirinya berjuang keras untuk mendapatkan medali perak. ”Di turnamen kemarin, lawannya hebat-hebat, tapi Wildan masih mampu mengalahkannya, padahal sudah bermain dalam banyak set,” ungkapnya.

Zulfikar mengaku terharu, karena anak lain yang seusia Wildan masih bermain dengan bebas bersama temannya. Wildan sudah berjuang menata karir dan mengembangkan kemampuannya. Bahkan saat di set akhir, pertarungan menjadi sangat sengit dan imbang. Keduanya, baik Wildan dan lawannya sama-sama berjuang keras. Sehingga berakhir dengan waktu cukup lama. ”Di set akhir, Wildan kalah stamina, sehingga pihak lawan memenangkan pertandingan, dan membuat Wildan menutup akhir tahun dengan medali perak,”ungkap Zulfikar sembari tersenyum.

Zulfikar berharap agar perjuangan dan semangat Wildan tetap terjaga bahkan terus meningkat. Perjuangan Wildan diharapkan mampu mendorong anak-anak seusia Wildan, agar terus bisa mengembangkan potensi diri mereka dalam meraih prestasi.

”Saya harap ini menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya agar memiliki semangat dan keinginan berprestasi sejak dini,” ujar Zulfikar. (KM 59/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *