Winger Madura United: Semua Bermula saat Melihat Ayah Melatih

  • Whatsapp
(KM/ SYAHID MUJTAHIDY) CIKAL BAKAL: Winger Elite Pro Academy (EPA) Madura United Kharisma Chaya Rosul berlatih di tepi pantai.

Kabarmadura.id/PamekasanBeraneka ragam cerita dari atlet sepak bola dalam memulai meniti karir. Salah satunya gara-gara sering melihat ayahnya melatih, seperti yang pernah dialami winger Elite Pro Academy (EPA) Madura United Lharisma Cahya Rosul.

Menurut winger asal Kecamatan Blumbungan, Pamekasan ini, awalnya dia tidak suka bermain sepak bola. Namun, seiring berjalannya waktu menyaksikan ayahnya Abd. Majid melatih di PS. Cahaya Muda, perlahan-lahan keinginan untuk bermain muncul.

Bacaan Lainnya

Ketika sudah mulai terunggah hatinya, Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Pamekasan memutuskan untuk ikut berlatih dalam sentuhan dingin sang ayah.

“Dulu pernah lihat bapak ngelatih anak-anak main sepak bola. Saat itu juga, saya ikut main  dan sampai sekarang menjadi hobi saya,” cerita Rosul kepada Kabar Madura, Minggu (3/5/2020) pagi.

Didikan yang tekun dan arahan dari sang ayah telah membawa Rosul bisa tembus EPA Madura United. Dijelaskannya, bisa bergabungnya dengan EPA Madura United membuat kedua orang tuanya bangga.

“Iya, orang tua saya bangga dengan saya bisa bermain di Madura United. Karena, ini impian banyak orang bermain di sini,” jelasnya.

Selama bersama Madura United, talenta muda kelahiran 30 Juni 2004 tersebut mengaku senang. Hal itu tidak terlepas dari kekeluargaan yang kuat menjadi warna kebersamaan di tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu.

“Yang membuat saya senang dan sangat berkesan bergabung Madura United ini, tentu soal kekompakan dan kekeluargaannya yang sangat kuat,” sambung Rosul.

Meskipun putra kesayangan Abd Majid dan Rosidah ini sudah dapat bermain di EPA Madura United, dia memiliki cerita menarik. Agar bisa memiliki sepatu baru, dia rela menyisihkan uang sakunya.

“Iya, saya nabung hanya untuk membeli sepatu agar tidak memberatkan orang tua. Sepatu saya, yang pertama saya beli dengan uang saya sendiri itu seharga 200-san (Rp200 ribu, red),” tandasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *