oleh

Wisata Api Alam Hanya Sumbangkan 30 Persen Retribusi

Kabarmadura.id/Pamekasan-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, hanya mendapat setoran 30 persen dari hasil retribusi yang diperoleh Wisata Api Alam atau Api Tak Kunjung Padam.

Menurut Kepala Disparbud Pamekasan Ahmad Syaifuddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Khalifaturrahman, pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari destinasi Wisata Api Tak Kunjung Padam sangatlah sedikit. Hal itu dikarenakan, pengelolaan destinasi tersebut dikelola oleh perorangan.

“PAD-nya tidak tetap, tergantung jumlah kunjungan,” ungkapnya, Minggu (16/2/2020).

Dia menjelaskan, hasil retribusi yang disetor untuk PAD Kabupaten Pamekasan tersebut, dikerjasamakan dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang pada tahun 2019 ditarik mulai bulan Agustus hingga bulan Desember, artinya hanya 5 bulan berlangsung.

“30 persen masuk ke PAD dengan total Rp4,5 juta selama 5 bulan di tahun 2019,” ungkapnya.

Namun saat ini lanjut dia, pihaknya tidak bisa meningkatkan PAD dari sektor wisata tersebut. Sebab, sejak awal Januari 2020, penarikan retribusi sudah tidak bisa ditarik lagi. Hal itu lantaran ada polemik yang belum terselesaikan, sehingga pihaknya akan menarik PAD lagi setelah ada kesepakatan antara pemilik lahan dengan Pemkab Pamekasan.

“Nanti kita akan koordinasikan lebih lanjut” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Imam Hozairi menyampaikan, pihaknya akan menjembatani semua pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan Wisata Api Tak Kunjung Padam itu, agar supaya persoalan yang terjadi bisa terselesaikan dengan baik.

“Diharapkan kita duduk bersama dan pengelolaannya dan MoUnya antara pemilik tanah dengan kepala desa sekaligus dengan Pemkab Pamekasan,” tandasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed