WMS Ciptakan Produk Unggulan Bernuansa Lokal

  • Whatsapp
(FOTO : KM/IMAM MAHDI) BERIKAN MANFAAT: WMS terus banyak mendapatkan pesanan dari masyarakat sumenep hingga luar madura.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Program Wirausaha Muda Sumenep (WMS) terbukti menghasilkan berbagai produk unggulan yang berciri khas Sumenep. Pendamping Konveksi WMS Hamzari mengatakan, pasca dibentuknya WMS, para pekerja semakin kreatif. Mereka banyak menghasilkan produk yang cukup berkualitas. Diantaranya, kaos bermotif batik, songkok, kaos, masker serta lainnya. “Produk yang dihasilkan sudah merambah hingga luar Madura,” katanya, Minggu (4/4/2021).

Dia mengatakan, ada sebanyak 35 pekerja orang di WMS; meliputi bordir 3 orang, kaos 18 orang, songkok 7 orang, dan pakaian 6 orang, Mereka mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. “Semuanya dibekali dengan ilmu pengetahuan termasuk ilmu cara menjadi orang yang kreatif,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Diketahui, terkait produk konveksi, dirinya merencanakan menjual via online. Sebab, pemesan saat ini banyak dari luar madura. “Jadi perlu menjual secara daring, agar para peminat semakin banyak,” tuturnya.

Saat ini mulai memproduksi sebanyak 100 untuk berikutnya akan menambah 100 kaos kombinasi, serta songkok, masker, dan lainnya. “WMS terus bergerak untuk masyarakat Sumenep,” paparnya.

Menurutnya, untuk gaji karyawan didapatkan dari hasil produksi. Dalam satu bulan akan mendapatkan hasil lebih dari Rp1,5 juta terkadang kalau sepi hanya Rp600 ribu. Ia mengatakan, teman-temannya mulai berpikir keras untuk memproduksi sehingga tidak monoton. “Kreatifitas teman-teman menentukan hasil yang didapatkan dalam satu bulan,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Bidang Konveksi Wirausaha Muda Sumenep (WMS) Muslimatul Lailiyah menyampaikan, pemesan dari Surabaya dan daerah lainnya mulai berdatangan, setiap hari terkadang ada 100 pemesan, dan yang dipesan seperti kaos dan lainnya. “Terkadang juga ada pemesan dari luar Madura memesan bordiran dan lainnya,” tandasnya.

Pada bidang konveksi, berbagai kebutuhan masyarakat dilayani dengan baik, seperti jenis usahanya pembuatan songkok, pakaian, kaos serta bordiran.

“Dalam setiap harinya kami tetap produksi untuk persediaan,” pungkasnya. (imd/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *