YPS Kembali Datangi Asta Tinggi

  • Whatsapp

KOTA-Meskipun putusan Pengadilan Negeri (PN) Sumenep pada Kamis (17/7/) lalu memenangkan Yayasan Penembahan Somala (YPS) sebagai pengelola sah dan pemilik aset Asta Tinggi, tetapi sampai saat ini YPS tidak diberi kewenangan untuk mengelola pemakaman raja-raja Sumenep tersebut. Yayasan Pengelola Asta Tinggi (Yapasti) belum memberikan hak pengelolaan Asta Tinggi kepada YPS.

Kamis (8/8), pengurus YPS kembali mendatangi Asta Tinggi untuk menuntut haknya, dengan didampingi puluhan aparat kepolisian. Aparat memediasi kedua belah pihak. Mediasi tersebut sempat memanas, saling cekcok dengan intonasi suara yang cukup tinggi, sehingga akhirnya pihak kepolisian melerai dan memutuskan menngakhiri forum tersebut, dan meminta untuk diselesaikan dengan kepala dingin. Akhirnya, YPS memilih meninggalkan kawasan Asta Tinggi.

Pelaksana harian yang mewakili kepala Asta Tinggi Taufiq Rahman menjelaskan, yang bersengketa itu adalah Yapasti dengan YPS. Walaupun dalam persengketaan itu kubu YPS yang diuntungkan pihaknya tetap belum memberikan ruang dalam mengelola aset Asta Tinggi.

“Kayaknya sudah 4 kali pertemuan Yayasan Penembahan Somala itu tidak kapok-kapok, ada seperti ini di balik seperti ini. Masak tidak malu pada para peziarah, padahal mereka ada yang dari luar Madura,” katanya, Kamis (8/8).

Ia juga menjelaskan bahwa secara formal, pihaknya yang lebih pantas dipercayai untuk mengelola secara keseluruhan termasuk aset Asta Tinggi. Tetapi pihaknya bukan berarti menyalahgunakan terhadap penghasilan aset tersebut.

Termasuk gaji para pekerja, Taufiq melanjutkan adalah pihaknya yang mengatur, hal itu dikelola atas dasar permintaan Pemkab Sumenep, dan itu dianggap sebagai amanah yang harus dijaga oleh pihaknya.

“Saya dan ketua pengelola Asta Tinggi bukan dipilih atas dasar perorangan atau lembaga tertentu, saya dapat SK dari bupati yang direkomendasi oleh Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara pengurus YPS, Abd Rahman berharap di lain kesempatan masih ada forum khusus musyawarah lagi, sehingga sampai akhirnya menemukan titik terang, dan persengketaan itu akan segera selesai.

“Kalau sudah ada penolakan, maka kami mengalah, tetapi bukan menyerah ya! Tetapi saya upayakan karena hak kami sebagai keturunan raja-raja,” katanya sebelum akhirnya kelompok YPS meninggalkan pekarangan Asta Tinggi. (km48/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *