Zainuddin: Jadikan Semua Tempat Sebagai Ruang Belajar

  • Whatsapp
(KM-ZEN/FOR KM) HARDIKNAS: Di tengah wabah Covid-19, Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang Zainuddin berharap pembelajaran tetap harus berjalan.

Kabarmadura.id/Sampang-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2020, berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya Hardiknas diperingati dengan penuh suka cita, tahun ini kisah pilu malah menghiasi peringatan hari bersejarah tersebut.

Seluruh pelajar di pelosok negeri tidak bisa belajar dengan bebas. Kegiatan pembelajaran dengan tatap muka pun berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu disebabkan wabah Covid-19 yang sedang menyerang negeri.

Bacaan Lainnya

Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang Zainuddin mengatakan, seperti diketahui bersama, momen Hardiknas 2020 berada di tengah wabah Covid-19, sehingga proses pendidikan sangat terganggu.

Namun demikian, karena pendidikan merupakan proses wajib yang harus tetap berjalan setiap waktu, maka para pemangku kebijakan perlu mengambil cara khusus, agar pendidikan berjalan semaksimal mungkin.

“Proses PJJ merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir dari gangguan sebaran Covid-19, akan tetapi yang perlu dipikirkan adalah biaya yang mahal, karena PJJ perlu fasilitas yang lengkap. Selain itu, biayanya tidak hanya ditanggung pemerintah, tetapi orang tua siswa,” ungkapnya, Minggu (3/5/2020).

Pihaknya berharap, peserta didik untuk tetap semangat dalam belajar. Meski sistem pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh, peserta didik tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi pada tenaga pendidik ketika ada problem dalam pembelajaran, agar tujuan pendidikan itu tercapai.

“Kalau ada beberapa permasalahan di peserta didik maka orang tua perlu mengkonsultasikan ke gurunya,” imbuhnya.

Menurutnya, keberlangsungan proses pendidikan merupakan kewajiban yang harus ditanggung bersama. Artinya, seluruh elemen harus bahu membahu dalam mensukseskan tujuan dari hakikat pendidikan.

Bagi peserta didik, untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya terfokus pada pendidikan yang berada di sekolah, akan tetapi dimanapun dan kapanpun siswa harus mampu mendapatkan pendidikan.

Karena lanjut dia, pada hakikatnya pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan secara aktif mengembangkan potensi peserta didik dalam bidang spiritual, pengendalian diri, personality, intelligence, akhlak mulia, serta keterampilan.

“Lalu apakah dengan penerapan PJJ saat ini semua bidang itu tersentuh? Kalau belum maka pemerintah harus mengevaluasi kebijakan tersebut. Karena PJJ pada prinsipnya mengandung konsekuensi besar. Termasuk penyediaan fasilitas PJJ yang memadai. Jadi, kalau hal ini belum terpenuhi, maka PJJ atau pembelajaran daring tidak lebih dari program penghabisan anggaran semata,” pungkasnya. (mal/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *