Zona Hijau Tersisa 9 Kecamatan, Ruang Isolasi di Pamekasan Nihil Pasien

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) NIHIL: tidak ada satupun pasien Covid-19 yang diisolasi di ruang isolasi yang disediakan Pemkab Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Sejak Kamis 29 April ruang isolasi Covid-19 yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak ada pasien yang dirawat. Sehingga hal itu diyakini menjadi sebuah perkembangan tentang penanganan Covid-19. Bahkan hal itu diharap menjadi motivasi agar semua kecamatan menjadi zona hijau alias bebas Covid-19.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Media Komunikasi Publik (PMKP) Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pamekasan, Arif Rahmansyah, semua ruang isolasi nihil pasien covid-19. Sedangkan untuk jumlah yang terinfeksi Covid-19 ada 1160 orang, dengan rincian, 3 orang diisolasi secara mandiri, 1068 orang sudah sembuh, dan ada 89 orang yang meninggal.

Bacaan Lainnya

Adapun untuk yang suspect Covid-19 ada 1228 orang. Dengan rincian 2 orang dalam pengawasan, 1129 orang selesai pengawasan, dan 97 orang meninggal. Hal itu dikatakanya  berdasarkan update data per 3 Mei 2021.

“Yang tidak ada  pasien Covid-19 mulai tanggal 29 April,” ulasnya.

Lebih lanjut, dari 13 kecamatan, sudah ada 4 kecamatan yang masuk zona hijau, artinya sudah tidak terdampak Covid-19: Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan, Kecamatan Pakong dan Kecamatan Galis. Sedangkan 9 kecamatan lainnya, masih berada di zona kuning.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan, Farid Anwar mengatakan, saat ini tidak ada satu pun pasien Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. Pihaknya optimis terus ada kemajuan, apalagi dari sekian kecamatan sudah ada yang ditetapkan menjadi zona hijau.

“Sudah lama tidak ada, tetapi tetap yang suspect itu kalau dirapid antibodinya reaktif, terus juga ada phenomena, ada sesak, masuk disolasi transitlah, baru besoknya diperiksa swab, kalau negative masuk ruangan bisa, kalau positif masuk ke ruang isolasi,” urainya.

Ditegaskannya, setiap pasien yang periksa di RSUD Smart sudah dilakukan screening dari awal masuk, dengan menugaskan petugas khusus, sehingga bisa diketahui yang suspect atau tidak. Hal itu sebagai bentuk deteksi dini pencegahan Covid-19.

“Jadi prosedurnya, ketika masuk rumah sakit di screening, dites covid, atau non covid, sudah ditangani oleh ahlinya,” pungkasnya. (rul/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *