Zona Kuning, Disdikbud Pamekasan Masih Gelar PTM Terbatas

  • Whatsapp
TERBATAS: Disdikbud Pamekasan masih belum mengizinkan pelaksanaan PTM seratus persen sebab Pamekasan masih masuk zona Kuning.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan masih belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh, meskipun sudah ditetapkan sebagai daerah daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengungkapkan, pelaksanaan PTM seratus persen tidak bisa dilakukan pada daerah yang PPKM level 1, yang berwarna kuning dalam peta sebaran Covid-19. Sehingga, di Pamekasan menerapkan PTM terbatas dengan 50 persen kehadiran siswa di dalam kelas. Sementara, untuk pengaturan jadwal, diserahkan kepada masing-masing sekolah di bawah pengawasan Disdikbud.

Bacaan Lainnya

 “Sementara berjalan biasa, karena Pamekasan masih belum zona hijau, jadi masih 50 persen. Jika sudah hijau, maka pelaksanaan PTM-nya 100 persen,” paparnya, Rabu (29/9/2021).

Ia juga menjelaskan, setelah melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PTM melalui pengawas sekolah, pihaknya tidak menemukan satu pun siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan menurutnya, kebanyakan orangtua siswa menginginkan pelaksanaan PTM 100 persen. 

“Hasil evaluasinya bagus, antusiasme siswa dan masyarakat, sampai saat ini tidak ada persoalan, bahkan diminta untuk dilakukan seratus persen,” urai Zaini.

Sedangkan untuk pemantauan efektivitas PTM, Disdikbud melibatkan 5 pengawas TK, 12 pengawas PAUD, 30 pengawas SD, dan 2 orang pengawas SMP. Monitoring bisa dilakukan setiap hari terhadap perkembangan pendidikan di sekolah.

“Cara mengevaluasi, melalui para pengawas sekolah, ada laporan update terkini setiap harinya,” ulas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan itu.. 

Mantan Kepala Perpustakaan Umum Daerahenegaskan, dari mulai tingkatan PAUD sampai SMP tidak ada satupun siswa yang terinfeksi Covid-19, sebab sudah diwajibkan kepada setiap lembaga pendidikan haru mematuhi protokol Covid-19.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *