oleh

Zona Merah Lagi, PTM di Sumenep Dilanjut tanpa Tambah Kuota

KABARMADURA.ID, Sumenep Status Sumenep yang kembali menjadi zona merah, utamanya di Kecamatan Sumenep dan Saronggi, tidak mempengaruhi proses  pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa kecamatan yang berstatus zona kuning.  PTM tersebut, utamanya dilaksanakan untuk tingkat SMA.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Wahid Wahyudi melalui Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menegaskan,penerapan pembelajaran tatap muka tetap berlanjut. Hal itu, jelas Syamsul Arifin, disampaikan kepala Disdik Jatim saat berkunjung ke Sumenep pada Selasa (29/09/2020).

“Pada saat Kadisdik Jatim berbincang-bincang di Sumenep, setelah saya tanya mengenai PTM,  menurutnya tetap dilanjutkan,” katanya, Rabu, (30/09/2020)

Alasan berlanjutnya PTM, jelas Syamsul, sudah berdasar kajian. Sebab, selain di Sumenep, jaringan internet tergolong sulit  untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Tidak apa-apa PTM berlanjut, yang penting tidak meyalahi aturan yang ada,” tukasnya.

Diketahui, jumlah SMA di Sumenep mencapai 151 lembaga,terdiri dari 12 SMA negeri dan 71SMA swasta. Sementara untuk SMK negeri terdapat 3 sekolah dan SMK swasta terdapat 60 sekolah.  Termasuk  juga 4 sekolah luar biasa (SLB).

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)1 Bluto Abu Amin Dasuki mengatakan, pilihan sekolahnya tetap melakukan PTM, karena sudah disepakati bersama dengan para guru, siswa dan komite sekolah.

“Kami sepakat jika PTM tetap berlanjut. Sebab, selama ini khusus di SMAN 1 Bluto tidak ada gejolak,” ucapnya.

Terdapat 618 siswa SMAN 1 Bluto yang ikut PTM. Setiap harinya, sekitar 150 siswa yang masuk atau 25 persen dari seluruh siswa. Dari 150 siswa itu, dibagi dalam 21 rombongan belajar  yang masing-masing kelas berisi sebanyak 12 hingga 16 siswa.

“Saat ini tetap berlanjut pembelajaran tatap muka,” tukasnya.(imd/bri/waw)

Komentar

News Feed