KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep semakin serius memperluas basis pelaku usaha formal. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat layanan perizinan. Hasilnya, sepanjang semester pertama 2026, lebih dari 4.000 dokumen perizinan berhasil diterbitkan untuk masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan perizinan sekaligus upaya pemerintah menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Kemudahan birokrasi diharapkan mampu mendorong munculnya wirausaha baru serta memperkuat usaha yang telah berjalan.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penyederhanaan proses perizinan merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
“Komitmen kami adalah memberikan kemudahan pengurusan perizinan, baik untuk usaha maupun keperluan lainnya. Dengan pelayanan yang cepat dan mudah, masyarakat diharapkan semakin semangat berwirausaha,” ujarnya.
Menurut Fauzi, kemudahan layanan difokuskan pada pelaku usaha dengan tingkat risiko rendah dan menengah rendah. Segmen tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena didominasi pelaku UMKM dan usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Meski proses perizinan dipercepat, pemerintah memastikan pengawasan terhadap aktivitas usaha tetap diperkuat. Pembinaan akan terus dilakukan agar seluruh pelaku usaha menjalankan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku serta mampu tumbuh secara berkelanjutan.
“Pemkab tetap memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha agar kegiatan usaha berjalan sesuai regulasi sekaligus mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Fauzi menegaskan, legalitas usaha tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.
“Kalau perizinannya lengkap, pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan penguatan modal dari perbankan. Harapannya, modal usaha bertambah, usaha berkembang, dan perekonomian masyarakat ikut bergerak lebih cepat,” tegasnya. (ara/waw)





