KABARMADURA.ID | SUMENEP-Diproyeksi menjadi pasar berstandar nasional Indonesia (SNI), kondisi sarana Pasar Anom terus diperbaiki. Sayangnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan PP) Sumenep mengaku belum mampu mewujudkan hingga tahun ini.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Idham Halil mengaku banyak yang harus dibenahi untuk bisa berstatus SNI.
“Kalau tahun ini kayaknya tidak bakal terwujud, sebab masih banyak fasilitas yang perlu dibenahi,” kata dia, Rabu (18/10/2023).
Dia mengatakan, pembenahan sarana prasarana (sarpras) dan infrastruktur terus dianggarkan setiap tahunnya. Proyek tersebut anggarannya selalu di atas setengah miliar, proyek tersebut bukan hanya peningkatan jalan, melainkan juga pembangunan saluran air.
Secara detail disebutkan bahwa proyek senilai Rp580.677.946 itu hingga kini belum juga dikerjakan. Di lokasi belum tampak material proyek tersebut. Karena hingga kemarin siang belum ada material, pengerjaan proyek tersebut diprediksi molor.
Termasuk untuk fasilitas pasar, pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan melakukan pembangunan untuk memfasilitasi pedagang sayur. Hal itu untuk memetakan pedagang di Pasar Anom.
“Kalau fasilitas memang terus kami upayakan tetapi dananya masih belum cukup. Kami nanti melakukan pemetaan pedagang dulu, kalau infrastrukturnya nanti kami benahi juga,” paparnya.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari sering menyampaikan, sejauh ini pembenahan pasar memang selama ini masih terkesan setengah hati. Padahal, pasar selalu mendapatkan anggaran nyaris setiap tahun.
“Saya sendiri sudah capek bicara persoalan pasar di Sumenep, terkesan hanya main-main, perencanaan seperti ini tetapi realisasinya tidak sesuai harapan,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





