Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lansia, Ini Penjelasan Dokter RSUD Smart Pamekasan

Kesehatan, Berita34 views

KABAR MADURA | Berdasarkan data survei kependudukan, populasi lansia saat ini mencapai sekitar 29 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen masih mampu beraktivitas secara mandiri, satu hingga dua persen lainnya mengalami ketergantungan ringan, dan sisanya masuk kategori ketergantungan berat yang membutuhkan pendampingan ekstra dalam aktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dr. Fathoni mengatakan, kondisi kesehatan lansia sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang dijalani sejak usia muda. Menurutnya, seseorang umumnya mulai masuk kategori lansia saat berusia 60 tahun ke atas.

“Lansia merupakan investasi di masa muda kita. Apa yang kita lakukan atau dikonsumsi di masa muda, itu akan berdampak saat memasuki usia lansia,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga:  Diet saat Puasa, Plt. Direktur RSUD Smart Pamekasan Ingatkan Kandungan Kalori saat Buka dan Sahur

Dia menjelaskan, metabolisme tubuh pada lansia cenderung lebih rentan. Kondisi itu membuat risiko terkena berbagai penyakit menjadi lebih tinggi. Beberapa penyakit yang paling banyak dialami lansia di antaranya diabetes melitus atau kencing manis, hipertensi, osteoporosis, kolesterol tinggi, dan asam urat.

Untuk menjaga kesehatan di usia lanjut, kata dr. Fathoni, diperlukan penerapan gaya hidup sehat sejak dini. Mulai dari menjaga pola makan, mengatur asupan gizi, hingga menghindari paparan radikal bebas seperti asap rokok dan polusi udara.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Selain itu, aktivitas fisik juga perlu dilakukan secara rutin agar tubuh tetap bugar saat memasuki usia lanjut.

Baca Juga:  RSUD Smart Pamekasan Raih Akreditasi B sebagai Lembaga Pelatihan Kesehatan

“Banyak pertanyaan yang juga muncul, mengapa lansia di luar negeri cenderung lebih sehat dan produktif dibandingkan lansia di Indonesia. Itu karena dipengaruhi pola makan dan hidup sehat,” tambahnya.

Tidak hanya itu, perawatan terhadap lansia juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga medis, masyarakat, lingkungan, hingga pemerintah. Sebab, perhatian terhadap lansia, menurutnya, tidak hanya terfokus pada kondisi fisik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikis mereka.

“Kalau di RSUD Smart sendiri, kita sedang mengembangkan poliklinik geriatri, yaitu poliklinik khusus pasien lansia di atas usia 60 tahun dengan beberapa penyakit,” ungkapnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *