KABAR MADURA | Selama dua bulan awal 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat terdapat 2.732 jiwa terdampak bencana alam. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan, lahan, gedung serta permukiman.
Plt. Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, ada puluhan kejadian bencana alam yang telah terjadi pada dua bulan awal 2024. Mayoritas bencana alam yang terjadi, yaitu cuaca ekstrem dan angin kencang.
Dia menambahkan, lokasi terjadinya bencana alam tersebut menyebar di sejumlah daerah, artinya tidak hanya fokus di wilayah tertentu. Sebab itu, korban yang terdampak mencapai ribuan jiwa.
“Angin kencang dan cuaca ekstrem lebih banyak terjadi,” ungkapnya, Minggu (3/3/2024).
Dhofir menyebut, akibat angin kencang dan cuaca ekstrem terdapat 426 bangunan rusak ringan, 213 bangunan rusak sedang dan 30 bangunan rusak berat. Sedangkan akibat bencana kebakaran, empat bangunan atau rumah warga yang rusak ringan.
“Kejadian angin kencang dan cuaca ekstrem dimaksud bersamaan dengan hujan yang intensitasnya tinggi, sehingga dapat menyebabkan longsor dan bangunan roboh,” jelasnya.
Dia mencontoh, salah satu bencana alam yang dampaknya cukup parah, yaitu hujan deras yang disertai angin kencang di Desa Bungbaruh, Kecamatan Kadur, pada 12 Februari 2024 lalu. Akibat bencana tersebut, 22 rumah rusak dan 88 jiwa terdampak.
“Dampak dari hujan yang bersamaan dengan kencang dapat berdampak buruk,” tukasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Sule Sulaiman





