KABAR MADURA | Target produksi ikan tangkap di Pamekasan tahun ini tembs 21.116,43 ton. Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail A. Rahim menekan keoptimalan peningkatan capaian targetnya, karena secara tidak langsung bisa menjamin kesejahteraan nelayan.
Dikatakan Ismail, diperlukan edukasi yang menyeluruh dan berkelanjutan terkait peningkatan produksi ikan tangkap, utamanya terkait tata cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Sebab hal itu berpengaruh pada populasi ikan.
“Penguatan kelompok nelayan harus ditingkatkan, mulai dari pembinaan dan lainnya agar ikan tangkap terus meningkat. Kemudian, alat pendeteksi ikan harus ada, tapi harus ramah lingkungan. Karena di daerah lain, juga ada yang mengalami kesulitan menangkap ikan. Jadi harus didukung dengan alat itu,” paparnya, Selasa (18/6/2024).
Politisi Partai Gerindra itu juga mengungkapkan, selain mengoptimalkan capaian produksi ikan tangkap, dia meminta Dinas Perikanan Pamekasan selaku stakeholder terkait untuk memaksimalkan olahan hasil perikanan seperti home industri dan lainnya.
“Intinya harus ada pembinaan secara continue dan menyeluruh,” paparnya.
Untuk diketahui, dari target 21 ribu ton lebih itu, sejauh ini masih terealisasi sekitar lima ribu ton lebih perikanan tangkap.
Sementara itu, Hasan, warga asal Branta Pesisir mengatakan, capaian ikan tangkapnya saat ini memang tergolong minim. Perolehan ikan tangkap ditentukan faktor cuaca, karena cuaca berpengaruh terhadap populasi ikan.
Saat ini, dia hanya mampu mendapatkan 3-4 kilogram ikan sekali melaut. Akibatnya mempengaruhi nominal rupiah yang didapat. Padahal, kata Hasan, jika sedang mujur, bisa mendapatkan 30 hingga 50 kilogram sekali melaut.
“Biasanya di bulan Agustus ini (ikan tangkap) mulai banyak. Kalau di bulan-bulan sekarang, memang sedikit. Makanya harga di pasar mahal,” tuturnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





