Silaturahim ke Ploso, Gus Hery Dapat Restu dan Doa dari Gus Fahim Royani untuk Maju Ketum PBNU

Berita41 views

KABAR MADURA | Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani (Gus Fahim), menyambut hangat kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi bersama timnya pada Sabtu (20/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi bagian dari rangkaian silaturahim kebangsaan menjelang pelaksanaan Kombes dan Musyawarah Nasional (Munas) Ulama yang akan digelar di lingkungan Ponpes Al Falah Ploso.

Rombongan Gus Hery dipimpin oleh Dr. H. Fadli Yasir, MA, serta didampingi sejumlah tokoh dan akademisi muda NU, di antaranya Dr. M. Khozin, MSc, Dr. Eng. Akhmad Khusyairi, MT, Coach Syarief, Adri, MSi, Syaiful Anwar, SE, dan Waki Ats Tsaqofi.

Aset Masa Depan Nahdlatul Ulama

Di hadapan para tamunya, Gus Fahim mengapresiasi kehadiran para intelektual dan kader muda NU yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dalam maupun luar negeri.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurutnya, kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, dan jaringan global yang dimiliki tim Gus Hery adalah aset penting bagi masa depan Nahdlatul Ulama.

Pertemuan tersebut juga mendiskusikan berbagai tantangan strategis NU menjelang Muktamar ke-35. Terutama mengenai harapan besar warga Nahdliyin terhadap lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi memasuki abad kedua dengan lebih progresif.

Gus Fahim mengungkapkan, NU membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya berakar kuat pada tradisi pesantren, tetapi juga mampu merespons persoalan kebangsaan dan global secara komprehensif.

Baca Juga:  Hadiri Halalbihalal PCNU se-Jawa Timur, Gus Yahya Buka Suara soal Muktamar dan Dinamika Internal NU

“Terus terang, kehadiran Gus Hery bersama tim yang luar biasa ini menjadi jawaban yang menyejukkan di tengah harapan kami tentang masa depan kepemimpinan NU,” ujar Gus Fahim.

“NU membutuhkan pemimpin yang lahir dari tradisi santri, memahami pesantren, sekaligus mengerti politik, ekonomi, hubungan internasional, hingga teknologi. Yang paling penting, semua itu diniatkan untuk kemaslahatan Nahdliyin.”

Pesan Keikhlasan dan Angin Segar Organisasi

Mendengar kesiapan Gus Hery untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35 mendatang, Gus Fahim mengaku optimistis dan memberikan nasihat khusus terkait pentingnya menjaga niat.

“Saya sangat senang mendengar Gus Hery siap ikut dalam kontestasi Ketum PBNU. Mulai sekarang, luruskan niat semata-mata untuk berkhidmat kepada NU dengan ikhlas. Jika niatnya lurus, insya Allah ketika ada hambatan di tengah jalan, Allah akan melapangkan jalan keluarnya,” pesan Gus Fahim.

Bagi Gus Fahim, NU bukan sekadar organisasi biasa, melainkan sudah menjadi bagian dari akidah sosial dan tradisi perjuangan warga Nahdliyin. Oleh karena itu, ia menilai kemunculan Gus Hery sebagai calon alternatif merupakan angin segar yang dibutuhkan oleh PBNU.

“Kita membutuhkan pemimpin yang datang membawa semangat persatuan, bukan konflik. Gus Hery adalah kader yang relatif bebas dari konflik, memiliki kapasitas memadai, dan punya kesungguhan. Beliau punya bekal cukup untuk membawa NU memasuki abad kedua dengan lebih percaya diri dan berwibawa,” tegasnya.

Disebut Miliki Karakter Seperti Gus Dur

Salah satu poin menarik yang disoroti Gus Fahim adalah kepedulian tinggi Gus Hery terhadap kiai dan pesantren di seluruh Indonesia, meskipun ia tidak mengelola pesantren secara langsung. Karakter ini dinilai mengingatkan pada sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Baca Juga:  Gus Yahya Buka Peluang Maju Lagi di Muktamar NU, Fokus Tuntaskan Janji

“Gus Hery ini unik. Beliau memang tidak memimpin pesantren, tetapi perhatiannya kepada para kiai dan pesantren sangat besar. Ini mengingatkan saya pada Gus Dur. Gus Dur tidak dikenal karena membesarkan pesantrennya sendiri, tetapi karena kecintaannya pada seluruh kiai dan pesantren di Nusantara. Pemimpin NU harus memiliki keluasan pandangan seperti itu,” puji pengasuh Ponpes Ploso tersebut.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai motivasinya maju, Gus Hery mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar panjang untuk menjalankan amanah moral dari dua tokoh penting dzurriyat pendiri NU, yakni almarhumah Lily Wahid dan KH. Hasyim Wahid (Gus Iim).

“Beberapa tahun lalu, almarhumah Bu Lily Wahid dan Gus Iim berpesan kepada saya agar suatu saat berkhidmat dengan sungguh-sungguh untuk NU tanpa pernah berhitung soal untung-rugi. Nasihat itu terus saya simpan. Apa yang saya lakukan hari ini adalah jawaban untuk memenuhi panggilan pengabdian tersebut,” tutur Gus Hery.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan doa bersama. Gus Fahim secara khusus mendoakan agar Gus Hery senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir batin, serta kelapangan jalan dalam ikhtiarnya memajukan Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35 mendatang. (rul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *