KABAR MADURA | Bupati Pamekasan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan untuk meninjau langsung kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, menegaskan bahwa evaluasi dan inovasi harus terus berjalan demi menyempurnakan beberapa masukan dari masyarakat.
Hasil sidak tersebut terdapat beberapa poin yang menjadi catatan dan arahan dari bupati Pamekasan, yaitu komitmen manajemen yang bagus, dan evaluasi rutin yang diperlukan
KH. Kholilurrahman menyatakan bahwa pelayanan di RSUD Smart secara keseluruhan sudah cukup maksimal berkat komitmen kuat dari direktur, wakil direktur, dan seluruh jajaran pengelola. Untuk menjaga semangat kerja agar tidak kendor akibat perubahan lingkungan, dia menginstruksikan agar hasil evaluasinya diterapkan.
“Saya berharap sidak ini bisa rutin, entah satu tahun tiga kali misalkan. Saya sudah meminta kepada Pak Dir (Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Smart dr. Syaiful Hidayat), Pak Wabup (Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto), dan Pak Sekda (Sekda Pamekasan Taufikurrachman) untuk terus menjalin komunikasi, terutama dengan pemkab. Jika ada program, kirim nota telaah staf ke bupati agar kami tahu RSUD terus berjalan maju,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu juga menyatakan bahwa mayoritas tenaga medis di RSUD Smart sebenarnya sudah bekerja dengan hati. Namun, dia kembali mengingatkan hal tersebut agar pelayanan yang diberikan benar benar tulus, bukan sekadar formalitas yang dibuat buat.
“Pelayanan dengan penuh kasih sayang akan memberikan dampak psikologis yang berbeda dan langsung meresap ke jiwa pasien,” ujarnya.
Sebelum berkomunikasi dengan manajemen, Kiai Kholil (sapaan akrab bupati Pamekasan) menyempatkan diri bertanya langsung kepada pasien untuk memastikan kualitas pelayanan. Hasilnya, dikonfirmasi bahwa pelayanan RSUD Smart sudah sesuai dengan harapan.
Mengenai imbauan agar menjaga keharmonisan di internal manajemen, mantan anggota DPR RI itu menegaskan bahwa tidak ada indikasi ketidakharmonisan di RSUD Smart. Dia mengatakan bahwa pesan tersebut murni berupa pengingat dan motivasi berkelanjutan.
“Tidak ada indikasi ketidakharmonisan. Itu hanya pesan yang terus kami perbaharui. Sama halnya seperti kami membaca doa Ihdinash Shirathal Mustaqim-tunjukkan kami jalan yang lurus-, bukan berarti jalan kita sekarang tidak lurus. Itu adalah bentuk support atau dukungan.” pungkasnya. (km96/waw)





