KABAR MADURA | Wilayah kekeringan di Pamekasan bertambah meluas. Awalnya, tercatat 267 dusun dari 75 desa yang berasal dari 10 kecamatan. Namun kini, data tersebut bertambah menjadi 76 desa yang terdiri dari 269 dusun dari 11 kecamatan. Artinya, hanya dua kecamatan yang tidak masuk dalam wilayah kekeringan tahun ini, yakni Kecamatan Pakong dan Pamekasan.
Plt. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, sebagian besar wilayah kekeringan itu tergolong kering langka, yakni sebanyak 188 dusun, seperti di Dusun Sokon, Desa Ponjanan Timur; Dusun Tobunbun, Dusun Brumbung Laok, Desa Ponjanan Barat; dan Dusun Gajam, Desa Pasean.
Sementara 81 dusun lainnya tergolong kering kritis, seperti Dusun Soro’, Desa Pagagan; Dusun Laok Saba, Desa Baddurih; Dusun Trokem, Desa Majungan; dan beberapa wilayah lainnya.
“Sebenarnya yang 75 desa itu sudah ada di Pj bupati, tinggal menunggu SK saja. Tapi, beberapa hari lalu, ada pengajuan susulan dari Desa Polagan, bahwa di tempatnya kekeringan. Setelah turun lapangan, desa itu masuk kering langka. Jadi ada tambahan wilayah,” ungkapnya, Selasa (13/8/2024).
Dofir menambahkan, pihaknya tetap menerima setiap usulan wilayah kekeringan yang masuk ke instansinya, meski ada pengajuan susulan. Sebab, tidak dipungkiri bahwa wilayah kekeringan di Pamekasan segera perlu pengentasan.
“Setiap pengajuan susulan pasti kami terima,” imbuhnya.
Sementara itu, warga asal Desa Polagan Dwiki Hendrawan mengatakan, saat ini di dusunnya sudah mengalami kekeringan. Bahkan, untuk akses air bersih sekarang susah didapat. Kondisi itu membuatnya harus menghemat sisa air yang tersedia. Alternatifnya, jika tidak kunjung ada bantuan dari pemerintah setempat, pihaknya harus membeli air secara mandiri.
Hendra berharap, bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan segera terealisasi di desanya. Sebab, menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang sangat diperlukan.
“Di Desa Polagan sebagian ada yang kekeringan sebagian tidak. Kalau di dusun kami, ambil air (bersih) sudah tidak bisa. Sekalinya dapat, airnya keruh,” paparnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





