Terpilih Jadi Ketua Muslimat NU, Ternyata Arifah Kelahiran Madura 

News222 views

KABAR MADURA | Arifatul Choiri Fauzi terpilih menjadi nakhoda Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU periode 2025-2030. Hal itu berdasarkan hasil Kongres XVIII Muslimat NU yang digelar di Surabaya pada 10 Februari 2025 lalu.

Siapa sangka, Arifah merupakan srikandi kelahiran Bangkalan, Madura, pada 28 Juli 1969. Di Kabupaten Bangkalan, dia dikenal sebagai sebutan Mbak Nyai atau kadang Mak Nyai. Ia merupakan istri dari Ngatawi Al-Zastrouw, yang tak lain adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Jejaring Dunia Santri.

Selain itu, Arifah dikenal sebagai sosok yang ramah dan humble. Hal itu tergambar saat pengurus Jejaring Dunia Santri bertandang ke rumahnya. Arifah menyambut tamu-tamunya dengan hangat.

Baca Juga:  Sekda Bangkalan Tekankan Kemandirian Desa, BUMDes Diminta Tangkap Peluang MBG

Perempuan yang juga menjadi anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu memulai pendidikan dasarnya di Jakarta, yang kemudian berlanjut pada pendidikan menengah.

Sedangkan pendidikan tingginya, Arifah memilih hijrah ke IAIN Yogyakarta, di Fakultas Dakwah. Setelah lulus sarjana pada 1994, dia melanjutkan pendidikan magisternya di Universitas Indonesia melalui beasiswa Ford Foundation.

Perempuan yang kini berusia 56 tahun itu cukup aktif di berbagai organisasi. Beberapa posisi penting pernah diduduki, di antaranya, Sekretaris Umum PP Fatayat NU dan Sekretaris Umum PP Muslimat NU. Tidak hanya itu, pada 1989-1991, Arifah menjabat sebagai Ketua PP Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Baca Juga:  Hardiknas 2026 di Sampang, Wabup Tekankan Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Kepiawaian Arifah dalam bersosial tidak hanya dibuktikan dengan sejumlah organisasi yang dilakoninya. Namun, ia juga aktif di gerakan sosial, seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah. Bahkan, Arifah juga memiliki karir sebagai produser di sejumlah acara televisi, seperti Syair Dzikir dan Hikmah Pagi di TVRI.

Karirnya di dunia politik juga cukup metereng. Di Kabinet Merah Putih, dia menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *