KABAR MADURA | Persiapan atlet Sumenep untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 terancam terhambat akibat belum jelasnya pencairan anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep Abdul Kadir Al Mahdalibmengatakan, beberapa cabang olahraga (cabor), termasuk voli pantai yang sudah memulai persiapan sejak enam bulan lalu, belum menerima anggaran yang dijanjikan.
“Anggaran yang dijanjikan sebesar Rp1,3 miliar, tetapi belum ada kepastian. Bahkan, kami terpaksa menggunakan dana pribadi untuk pesan hotel bagi para atlet agar tidak kehabisan tempat,” ujar Abdul Kadir, Rabu (26/2/2025).
Anggaran yang diusulkan sebesar Rp1,3 miliar itu lebih kecil dibandingkan anggaran Porprov sebelumnya yang mencapai Rp1,7 miliar. Namun, hingga kini dana tersebut belum dicairkan. Kadir menyebut, pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai kendala pencairan anggaran tersebut.
“Ini lambat jadinya untuk memaksimalkan latihan-latihan,” ungkapnya.
Salah seorang atlet, yang enggan disebutkan namanya, mengaku bahwa belum adanya biaya itu tentu sangat berdampak terhadap fokus latihan. Termasuk fasilitas penunjang juga terkesan diabaikan.
“Tidak ada pemusatan latihan. Kami hanya berlatih sendiri tanpa fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menuturkan, pihaknya akan segera memanggil dinas dan pihak terkait untuk mencari solusi dalam permasalahan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan akan segera mengundang KONI untuk menyelesaikan masalah anggaran ini secepatnya,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Moh Iksan belum bisa dimintai keterangan terkait dinamika tersebut. (ara/zul)





